Details Foto


Tak Berhenti di Pelatihan, ATS-Penyandang Disabilitas Dapat Bantuan Usaha serta Pendampingan Setahun

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2026-07-31 ]

Tak Berhenti di Pelatihan, ATS-Penyandang Disabilitas Dapat Bantuan Usaha serta Pendampingan Setahun

Kota Pekalongan – Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Pekalongan memastikan Program Kecakapan Wirausaha (PKW) Barista tidak berhenti pada pelatihan semata. Sebagai upaya mendorong lahirnya wirausaha baru, peserta yang menyelesaikan program akan memperoleh bantuan peralatan dan bahan usaha, serta pendampingan selama satu tahun untuk memastikan usaha yang dirintis dapat berkembang secara berkelanjutan.

Instruktur PKW Barista, Nur Khilmi Aziz, menerangkan, skema tersebut menjadi bagian dari komitmen program agar peserta tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga mampu mengaplikasikannya menjadi usaha yang produktif. Setelah pelatihan berakhir, peserta akan dibentuk dalam kelompok usaha yang kemudian mendapat dukungan berupa peralatan, bahan baku, serta pendampingan perkembangan usaha selama satu tahun.

"Setelah pelatihan selesai, peserta akan kami bentuk menjadi kelompok usaha. Kami support alat dan bahannya, kemudian selama satu tahun akan kami dampingi untuk melihat perkembangan usahanya. Harapannya mereka benar-benar bisa mandiri dan berkembang," terangnya.

Dikatakan Aziz, pelatihan yang berlangsung pada 17 Juli 2026 –13 Agustus 2026 tersebut tidak hanya membekali peserta dengan kemampuan meracik kopi. Materi yang diberikan mencakup pengenalan jenis kopi, penggunaan dan perawatan peralatan, teknik penyeduhan, hingga pengelolaan usaha, seperti menghitung harga pokok produksi (HPP), mengelola modal dan keuntungan, serta manajemen keuangan sederhana.

Program ini menyasar anak tidak sekolah (ATS) usia 17–25 tahun serta penyandang disabilitas. Sebanyak tiga peserta penyandang tuli turut mengikuti pelatihan dan menunjukkan antusiasme tinggi bersama peserta lainnya. Untuk memperkuat kualitas pembelajaran, SKB juga berkolaborasi dengan Sajian Kopi sebagai mitra pelatihan sehingga peserta memperoleh pengalaman belajar yang selaras dengan kebutuhan dunia usaha.

"Seorang barista tidak cukup hanya mampu menyajikan kopi yang berkualitas, tetapi juga harus memiliki kemampuan mengelola usaha. Karena itu, aspek kewirausahaan menjadi bagian penting dalam pelatihan ini agar peserta siap membuka usaha sendiri," tandasnya.

Salah satu peserta, Ikhsan Fauzi (21), warga Tirto, Pekalongan Barat, mengaku pelatihan tersebut menjadi kesempatan untuk memperdalam keterampilan yang selama ini dipelajarinya saat bekerja di kafe. Selain memahami dasar-dasar kopi, ia juga mempelajari latte art hingga teknik manual brewing menggunakan aeropress.

"Senang karena memang saya suka kopi. Selain dapat ilmu baru, saya juga bisa menambah relasi. Saya berharap nanti kami bisa memanfaatkan bantuan dan pendampingan ini untuk membangun usaha bersama dan mengembangkannya ke depan," ujarnya.

Ia berharap seluruh peserta tetap menjaga komitmen setelah pelatihan selesai sehingga usaha yang dirintis dapat terus berkembang dan memberikan manfaat ekonomi bagi masing-masing peserta.

(Tim Liputan Dinkominfo/Dea)