[ 2026-07-22 ]
Pekalongan Perdana Jadi Tuan Rumah Pelatihan Magang Jepang, Puluhan Peserta Siap Menuju Industri Global
Kota Pekalongan – Kota Pekalongan untuk pertama kalinya dipercaya menjadi penyelenggara pelatihan persiapan magang ke Jepang melalui kerja sama LP Ma'arif NU Jawa Tengah, Kementerian Ketenagakerjaan, dan IM Japan. Sebanyak 82 peserta dari wilayah eks Karesidenan Pekalongan telah menuntaskan pelatihan dan bersiap mengikuti tahapan lanjutan sebelum diberangkatkan ke Jepang.
Wakil Wali Kota Pekalongan, Balgis Diab saat menutup kegiatan pelatihan magang tersebut, di GOR SMK Syafi'i Akrom, Selasa (21/7/2026), menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya program tersebut. Menurutnya, kepercayaan yang diberikan kepada Kota Pekalongan menjadi langkah strategis dalam mencetak sumber daya manusia yang memiliki daya saing global sekaligus membuka peluang kerja di luar negeri.
"Kami menyambut baik program magang Jepang ini karena menjadi yang pertama diselenggarakan di Kota Pekalongan melalui LP Ma'arif NU. Kami berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kompetensi, etos kerja, dan budaya kerja generasi muda, sehingga siap bekerja di industri Jepang. Program ini juga menjadi bagian dari upaya mengurangi angka pengangguran di Kota Pekalongan, sekitarnya, bahkan di Indonesia," ujarnya.
Ia menambahkan, para peserta diharapkan mampu menjaga sikap, disiplin, serta menerapkan budaya kerja yang telah dipelajari selama pelatihan. Menurutnya, industri di Jepang dikenal memiliki standar tinggi terhadap etos kerja dan attitude sehingga nilai-nilai tersebut perlu terus dipertahankan ketika nantinya bekerja.
Sementara itu, Kepala LP Ma'arif NU Kota Pekalongan, Muhamad Subhan menjelaskan bahwa program tersebut merupakan hasil kerja sama Ma'arif NU Jawa Tengah dengan Kementerian Ketenagakerjaan, sedangkan penyelenggaraan magang di Jepang bekerja sama dengan IM Japan. Kota Pekalongan ditunjuk sebagai penyelenggara sekaligus fasilitator pelatihan untuk pertama kalinya.
"Pelatihan berlangsung sekitar tiga bulan. Setelah penutupan ini peserta masih akan mengikuti tahapan pelatihan nasional sebelum pemberangkatan. Insyaallah mulai November sebagian peserta sudah siap berangkat ke Jepang," jelasnya.
Ia mengatakan, pelatihan tidak hanya membekali peserta dengan kemampuan bahasa Jepang, tetapi juga keterampilan teknik, kedisiplinan, serta budaya kerja yang menjadi kebutuhan utama industri di Negeri Sakura. Seluruh proses juga memperhatikan aspek keselamatan dan kelengkapan administrasi sebagai syarat penempatan kerja di luar negeri.
Ke depan, LP Ma'arif NU Kota Pekalongan berharap dapat kembali dipercaya menjadi penyelenggara program serupa sehingga semakin banyak generasi muda, khususnya dari Kota Pekalongan dan wilayah eks Karesidenan Pekalongan, memperoleh kesempatan meningkatkan kompetensi dan berkarier di industri internasional.
(Tim Liputan Dinkominfo/Dea)