Details Foto


BI Tegal Tanamkan Cinta Rupiah Sejak Dini melalui Pembelajaran di Sekolah

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2026-07-22 ]

BI Tegal Tanamkan Cinta Rupiah Sejak Dini melalui Pembelajaran di Sekolah

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Tegal terus memperkuat literasi ekonomi masyarakat dengan menanamkan kecintaan terhadap rupiah sejak usia dini. Mulai tahun 2026, materi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah resmi diintegrasikan ke dalam pembelajaran di seluruh jenjang SD dan SMP di wilayah eks Karesidenan Pekalongan sebagai bagian dari upaya membangun generasi yang melek keuangan.

Program tersebut merupakan hasil sinergi BI Tegal dengan pemerintah daerah dan Dinas Pendidikan di enam kabupaten/kota wilayah kerja BI Tegal. Selain menyusun materi pembelajaran bersama, para guru juga telah mengikuti pelatihan khusus agar memiliki pemahaman yang seragam dalam menyampaikan materi CBP Rupiah kepada para siswa.

Kepala Perwakilan BI Tegal, Bimala menjelaskan, edukasi sejak dini menjadi langkah strategis untuk membangun fondasi ekonomi yang kuat di masa depan. Menurutnya, pengenalan terhadap fungsi dan nilai rupiah tidak hanya sebatas mengenalkan bentuk uang, tetapi juga membentuk karakter generasi muda agar mampu mengelola keuangan secara bijak.

"Kita sudah ada nota kesepahaman dengan pemerintah daerah se-wilayah eks Karesidenan Pekalongan. Intinya bagaimana mengintegrasikan materi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah ke dalam mata pelajaran SD dan SMP," terangnya disela-sela kegiatan Networking dan Penguatan Sinergi Bank Indonesia dengan Media di Jakarta, Senin malam (20/7/2026).

Ia menambahkan, implementasi program tidak berhenti pada penyusunan modul pembelajaran. BI Tegal juga telah melaksanakan training of trainers bagi guru-guru SD dan SMP sehingga materi dapat disampaikan secara menarik dan mudah dipahami siswa.

"Materinya sudah disusun bersama Dinas Pendidikan dan guru-guru. Tahun ini sudah mulai diterapkan di seluruh eks Karesidenan Pekalongan, mulai dari Brebes sampai Batang," jelasnya.

Untuk mendukung proses belajar, BI Tegal juga menyediakan berbagai media edukasi yang disesuaikan dengan usia dan kebutuhan peserta didik, mulai dari buku cerita bergambar untuk siswa kelas awal hingga buku berhuruf Braille bagi penyandang disabilitas netra. Langkah tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kebiasaan menggunakan, merawat, dan menghargai rupiah sebagai simbol kedaulatan bangsa.

Melalui program ini, pihaknya berharap lahir generasi yang tidak hanya memahami fungsi rupiah, tetapi juga memiliki rasa bangga terhadap mata uang Indonesia serta mampu menerapkan perilaku keuangan yang bertanggung jawab.

"Inisiatif tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen kami dalam memperkuat literasi ekonomi masyarakat sejak bangku sekolah sebagai bekal menghadapi tantangan ekonomi di masa depan,"tukasnya.

(Tim Liputan Kominfo/Dian)