Details Foto


Perkuat Ekonomi Masyarakat, BI Tegal Angkat Budaya Lokal

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2026-07-22 ]

Perkuat Ekonomi Masyarakat, BI Tegal Angkat Budaya Lokal

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Tegal terus memperkuat peran budaya sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah. Berbagai festival budaya, kegiatan komunitas, hingga promosi potensi lokal dikembangkan tidak hanya sebagai agenda pelestarian tradisi, tetapi juga menjadi instrumen untuk meningkatkan kunjungan wisata, memperluas pasar produk unggulan, dan menggerakkan roda perekonomian masyarakat di wilayah eks Karesidenan Pekalongan.

Kepala Perwakilan BI Tegal, Bimala, menjelaskan bahwa pendekatan berbasis budaya menjadi salah satu strategi untuk memperkuat ekonomi daerah di tengah tantangan ekonomi global. Menurutnya, ketika sebuah kegiatan budaya mampu menarik wisatawan, maka berbagai sektor seperti transportasi, kuliner, perdagangan, hingga UMKM akan ikut merasakan dampak positif melalui meningkatnya aktivitas ekonomi.

"Kami ingin budaya lokal menjadi daya tarik wisata. Ketika wisatawan datang, mereka menggunakan transportasi, makan, membeli oleh-oleh, dan itu yang menggerakkan ekonomi," ujarnya disela-sela kegiatan Networking dan Penguatan Sinergi Bank Indonesia dengan Media di Jakarta, Senin malam (20/7/2026).

Bimala mencontohkan, salah satu implementasi strategi tersebut terlihat pada penyelenggaraan Festival Bubur Suro di Kota Pekalongan yang dikemas lebih meriah melalui kolaborasi BI Tegal dengan berbagai pemangku kepentingan. Selain menghadirkan kirab budaya, festival juga dipadukan dengan beragam aktivitas komunitas, termasuk lomba burung berkicau atau Kicau Mania, sehingga mampu menarik antusiasme masyarakat dalam jumlah yang lebih besar.

Bimala mengungkapkan, kegiatan tersebut tidak hanya berdampak pada peningkatan kunjungan masyarakat, tetapi juga menghadirkan nilai sosial melalui program wakaf produktif. Seluruh biaya pendaftaran peserta Kicau Mania disalurkan sebagai dana wakaf yang berhasil terkumpul hingga sekitar Rp71 juta dan akan dimanfaatkan untuk pengembangan budidaya benih salak guna mendukung peningkatan produksi dan kesejahteraan petani.

"Yang menarik, biaya pendaftaran komunitas Kicau Mania langsung disalurkan untuk wakaf. Respons komunitas sangat baik dan hasilnya mencapai Rp71 juta," katanya.

Selain sektor budaya, BI Tegal juga terus memperkuat promosi wisata kuliner melalui program nasional QRIS Jelajah Indonesia yang pada tahun ini mengangkat tema kuliner. Berbagai kuliner legendaris dari Kota Pekalongan, Kota Tegal, dan Kabupaten Brebes dipromosikan secara luas melalui media sosial sekaligus mendorong pemanfaatan transaksi digital menggunakan QRIS agar pelaku usaha semakin adaptif terhadap perkembangan ekonomi digital.

"Kami ingin sektor kuliner ikut naik kelas. Harapannya kuliner-kuliner dari wilayah kerja kami bisa masuk final tingkat nasional sehingga mendapatkan pembinaan lebih lanjut," jelasnya.

Lanjutnya, Komitmen BI Tegal dalam mengembangkan ekonomi kreatif juga diwujudkan melalui pembinaan kepada para perajin batik. Bersama maestro batik Dudung Alisyahbana, BI memberikan pelatihan kepada kelompok pembatik skala kecil mulai dari pengembangan desain motif, teknik pewarnaan, hingga inovasi produk. Di saat yang sama, BI Tegal juga terus menggali potensi pembatik artisan di Kabupaten Batang agar kekayaan batik daerah semakin dikenal dan mampu memperkuat daya tarik pariwisata.

Bimala menegaskan, pembangunan ekonomi daerah memerlukan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah, komunitas, pelaku usaha, media, hingga masyarakat. Melalui sinergi tersebut, berbagai potensi lokal seperti budaya, pertanian, kopi, batik, dan kuliner diharapkan semakin dikenal luas sehingga mampu memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Kami mengajak semua pihak ikut mempromosikan potensi daerah. Semakin banyak orang datang dan mengenal daerah ini, maka ekonomi masyarakat juga akan semakin bergerak," pungkasnya.

(Tim Liputan Kominfo/Dian)