[ 2026-07-21 ]
TMMD Sengkuyung Dorong Akses Jalan Lancar dan Kesejahteraan Warga Buaran Kradenan
Kota Pekalongan – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III Tahun 2026 resmi dimulai dengan sasaran Kelurahan Buaran Kradenan, Kecamatan Pekalongan Selatan. Upacara pembukaan TMMD berlangsung di Lapangan Pikatu (Pinggir Kali Setu), Rabu (15/7/2026). Melalui kolaborasi antara TNI, Pemerintah Kota Pekalongan, organisasi perangkat daerah (OPD), dan masyarakat, program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas infrastruktur sekaligus memperkuat pemberdayaan masyarakat demi mendorong kesejahteraan warga.
Program TMMD Sengkuyung Tahap III Tahun 2026 didukung anggaran sebesar Rp244.975.000, yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp208.975.000 dan APBD Kota Pekalongan sebesar Rp36.000.000. Dukungan pendanaan tersebut menjadi bentuk sinergi pemerintah daerah dalam mempercepat pemerataan pembangunan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Mewakili Wali Kota Pekalongan, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Pekalongan, Slamet Budiyanto, menyampaikan bahwa Pemkot Pekalongan menyambut baik pelaksanaan TMMD karena sejalan dengan visi pembangunan yang inklusif, kolaboratif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
"Di Kota Pekalongan kami sangat menyambut baik program ini, karena sejalan dengan visi pembangunan inklusif dan kolaboratif yang kami usung. TMMD hadir tidak hanya membangun fisik wilayah, tetapi juga membangun jiwa kebangsaan, kesadaran sosial, dan semangat gotong royong masyarakat," ujarnya.
Ia menjelaskan, sasaran fisik TMMD kali ini meliputi pembangunan jalan aspal di RT 04 RW 12 Kelurahan Buaran Kradenan sepanjang sekitar 318 meter dengan lebar bervariasi antara 2,6 hingga 3,5 meter. Selain itu, dilakukan pula pemugaran dua unit rumah tidak layak huni (RTLH) sebagai upaya meningkatkan kualitas hunian masyarakat.
Menurut Budi, pembangunan fisik tersebut diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga, memperkuat akses ekonomi, sekaligus meningkatkan kenyamanan lingkungan permukiman. Di samping itu, TMMD juga menghadirkan berbagai kegiatan nonfisik berupa penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat.
"Kegiatan nonfisik meliputi penyuluhan wawasan kebangsaan dan bela negara, bahaya narkoba dan judi online, pengelolaan sampah, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), pencegahan kenakalan remaja, implementasi Posyandu dalam Standar Pelayanan Minimal, hingga digital marketing dan penanggulangan bencana. Ini menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya menyentuh infrastruktur, tetapi juga kualitas sumber daya manusia," terangnya.
Ia menegaskan keberhasilan TMMD merupakan hasil sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat yang mengedepankan nilai gotong royong. Oleh karena itu, masyarakat diajak terlibat aktif selama pelaksanaan kegiatan agar hasil pembangunan dapat dirasakan bersama dan berkelanjutan.
"TMMD adalah manifestasi nilai luhur bangsa berupa gotong royong, kerja sama, dan cinta tanah air. Saya mengajak seluruh masyarakat Buaran Kradenan menjadi bagian dari perubahan, bukan hanya sebagai penonton, tetapi ikut berpartisipasi membangun kampungnya," imbuhnya.
Sementara itu, Dandim 0710/Pekalongan yang diwakili Danramil 20/Pekalongan Selatan, Letda Inf Jasmadi, menjelaskan bahwa TMMD Sengkuyung Tahap III berlangsung mulai 15 Juli hingga 13 Agustus 2026 dengan sasaran fisik berupa pengaspalan jalan pada beberapa segmen di Kelurahan Buaran Kradenan.
"Selain pembangunan infrastruktur, kegiatan nonfisik juga mencakup penyuluhan wawasan kebangsaan, anti narkoba, pengolahan sampah, digital marketing, penanggulangan bencana, serta perilaku hidup bersih dan sehat,"ungkap Danramil Jasmadi.
Menurutnya, program TMMD diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, di antaranya meningkatkan perekonomian warga, memperlancar arus lalu lintas lingkungan, mendorong semangat masyarakat membangun daerahnya, serta semakin memperkokoh kemanunggalan TNI dan rakyat.
"Dengan kolaborasi yang terus terjalin, TMMD Sengkuyung Tahap III Tahun 2026 diharapkan menjadi contoh pembangunan yang efektif, efisien, dan tepat sasaran, sehingga mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung pemerataan pembangunan di Kota Pekalongan,"tukasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian/Allem)