[ 2026-07-21 ]
Belajar Meracik Kopi, Menyiapkan Masa Depan: Penyandang Tuli-ATS Antusias Ikuti Pelatihan Barista
Kota Pekalongan – "Senang bisa mendapat kesempatan mengikuti pelatihan barista ini. Selain mendapatkan pengalaman, saya juga memperoleh ilmu yang nantinya bisa digunakan untuk berwirausaha." Ungkapan tersebut disampaikan Vania (19), peserta penyandang tuli yang mengikuti Pelatihan Program Kecakapan Wirausaha (PKW) Barista di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Pekalongan pada 6 Juli-7 Agustus 2026.
Semangat yang sama juga dirasakan Ahmad (18). Menurutnya, pelatihan ini menjadi kesempatan untuk menambah keterampilan sekaligus memperluas relasi. "Senang bisa bertemu teman baru, suasananya menyenangkan. Harapannya setelah pelatihan ini potensi kami sebagai generasi muda semakin berkembang. Terima kasih kepada instruktur, semoga dapat memberikan materi dengan baik," ujarnya.
Sebanyak 15 peserta yang telah lolos proses rekrutmen dan seleksi mengikuti pelatihan yang berlangsung selama 25 hari kerja. Program ini menyasar anak usia sekolah yang tidak sekolah (ATS) serta masyarakat usia produktif yang membutuhkan bekal kecakapan kerja dan kewirausahaan.
Kepala SKB Kota Pekalongan, Lisa Anggraeni mengatakan pelatihan tersebut dirancang agar peserta tidak hanya memiliki keterampilan sebagai barista, tetapi juga mampu membangun usaha secara mandiri.
"Melalui Program Kecakapan Wirausaha ini, kami ingin memberikan bekal pengetahuan, keterampilan teknis, sekaligus menumbuhkan sikap mental wirausaha yang kuat. Harapannya, setelah pelatihan peserta mampu merintis dan mengembangkan usaha kopi secara profesional sehingga dapat meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga," katanya.
Ia menjelaskan, peserta akan mendapatkan materi pengembangan karakter dan kewirausahaan, meliputi motivasi usaha, etika bisnis, pengelolaan keuangan, strategi akses permodalan, hingga pemasaran. Sementara dari sisi teknis, peserta dibekali kemampuan memilih biji kopi lokal, teknik manual brewing, penggunaan grinder, pembuatan minuman berbasis espresso dan susu, serta seni penyajian.
"Target kami, peserta tidak hanya terampil meracik kopi, tetapi juga mampu mengelola usaha, menyusun pencatatan keuangan dengan baik, dan memanfaatkan platform digital untuk memasarkan produk mereka," tandasnya.
Setelah menyelesaikan pelatihan, seluruh peserta akan memperoleh sertifikat dari SKB Kota Pekalongan. Mereka juga menerima stimulan rintisan usaha berupa paket alat kerja mandiri, meliputi manual brew kit, grinder, timbangan, serta stok bahan baku awal agar dapat langsung memulai usaha.
Untuk mendukung keberlanjutan usaha, pihaknya bekerja sama dengan PT BPR Bank Pekalongan dalam penyediaan akses permodalan bagi lulusan yang memiliki usaha layak dan tervalidasi. Selain itu, peserta juga dibekali kemampuan pemasaran digital agar produk yang dihasilkan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
(Tim Liputan Dinkominfo/Dea)