[ 2026-06-23 ]
Posyandu Kencono Ungu Jadi Percontohan Pengembangan Posyandu 6 SPM Jawa Tengah
Kota Pekalongan– Pelaksanaan Posyandu berbasis enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Posyandu Kencono Ungu mendapat apresiasi dari Tim Pembina Posyandu Provinsi Jawa Tengah. Posyandu tersebut dinilai telah menerapkan layanan 6 SPM dengan baik dan berpotensi menjadi rujukan bagi pengembangan Posyandu 6 SPM di kabupaten/kota lain di Jawa Tengah.
Apresiasi tersebut disampaikan saat kunjungan ke Posyandu Kencono Wungu usai kegiatan Sosialisasi Penguatan Program Kencan Bumil di Kota Pekalongan, Kelurahan Panjang Wetan, Kamis (18/6).
Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Pekalongan, Inggit Soraya menjelaskan bahwa Posyandu Kencono Ungu sebelumnya dipilih sebagai lokasi peluncuran Posyandu 6 SPM karena telah memiliki sarana pendukung yang memadai, administrasi yang tertata baik, serta pelaksanaan layanan yang sesuai dengan konsep enam SPM.
Iplementasi Posyandu 6 SPM di Kota Pekalongan telah berjalan dan terus diperkuat sebagai upaya menghadirkan pelayanan yang lebih terpadu kepada masyarakat.
"Harapannya, melalui Posyandu 6 SPM berbagai permasalahan masyarakat tidak hanya pada bidang kesehatan, tetapi juga aspek kehidupan lainnya dapat ditangani secara lebih terintegrasi," jelasnya.
Sementara itu, Ketua Bidang Kesehatan Keluarga dan Lingkungan TP PKK Provinsi Jawa Tengah, Lucia Tri Harto menilai pelaksanaan Posyandu 6 SPM di Posyandu Kencono Ungu telah menunjukkan perkembangan yang baik. Kota Pekalongan pun dinilai berhasil menjadi salah satu daerah percontohan dalam penerapan Posyandu 6 SPM.
Ia berharap pengalaman dan praktik baik yang telah dijalankan di Kota Pekalongan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam mengembangkan layanan Posyandu yang lebih optimal dan terintegrasi.
Selain meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat, penguatan Posyandu 6 SPM juga diharapkan mampu mendukung berbagai program peningkatan kesehatan ibu dan anak, termasuk menekan angka kematian ibu, bayi, balita, serta prevalensi stunting.
(Tim Liputan Dinkominfo/dea)