[ 2026-06-23 ]
D'Afni Craft Sulap Kain Perca Batik Jadi Produk Bernilai Ekonomi
Kota Pekalongan – Kreativitas pelaku UMKM Kota Pekalongan terus berkembang melalui pemanfaatan limbah kain perca batik menjadi produk kerajinan bernilai ekonomi. Salah satunya dilakukan D'Afni Craft yang menghadirkan beragam produk tas, pouch, dan souvenir berbahan kain perca batik yang dipadukan dengan berbagai material lain.
Owner D'Afni Craft Pekalongan, Aeni, saat ditemui di standnya dalam Pekan Kreatif Nusantara Tahun 2026 di GOR Jetayu, Kamis malam (18/6/2026), mengungkapkan bahwa usahanya telah dirintis sejak tahun 2011. Selain memanfaatkan kain perca batik, ia juga mengolah limbah plastik kresek menjadi produk kreatif yang memiliki nilai jual.
"Untuk produk tas dan souvenir, kami banyak memanfaatkan perca batik yang dikombinasikan dengan bahan lain seperti jeans. Bahkan ada juga produk dari limbah kresek yang diolah menjadi pouch dan tas," tuturnya.
Menurut Aeni, produk D'Afni Craft dibanderol mulai Rp10 ribu hingga Rp75 ribu. Selain melayani pembelian langsung, pihaknya juga menerima pesanan khusus atau custom sesuai kebutuhan pelanggan, termasuk instansi pemerintah dan perusahaan.
Ia menyebut, kualitas menjadi faktor utama yang membuat produknya tetap diminati pasar. D'Afni Craft konsisten menggunakan perca batik cap dan batik tulis sebagai bentuk penghargaan terhadap identitas Pekalongan sebagai Kota Batik.
"Kami mengutamakan kualitas jahitan dan bahan. Karena Pekalongan identik dengan batik, kami berusaha menjaga nilai budaya itu melalui produk yang kami buat," katanya.
Saat ini, produk D'Afni Craft telah dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia dan sebagian bahkan telah ikut menembus pasar luar negeri melalui mitra pemasaran. Aeni mengaku tengah menyelesaikan pesanan ratusan tas souvenir untuk salah satu lembaga nasional.
Ia juga mengapresiasi penyelenggaraan Pekan Kreatif Nusantara yang dinilai memberi ruang promosi sekaligus kesempatan bagi UMKM untuk memperoleh informasi terkait permodalan, pemasaran, dan pengembangan usaha.
"Ke depan, kami berharap dukungan terhadap UMKM lokal tidak hanya berupa pelatihan peningkatan kualitas, tetapi juga diwujudkan melalui penggunaan produk-produk UMKM oleh berbagai instansi sehingga dapat membantu keberlangsungan usaha masyarakat,"tukasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)