Details Foto


Forum Anak-Unit Layanan Disabilitas Lakondik Perkuat Sinergi Wujudkan Kota Inklusif ABK

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2026-06-15 ]

Forum Anak-Unit Layanan Disabilitas Lakondik Perkuat Sinergi Wujudkan Kota Inklusif ABK

Kota Pekalongan – Unit Layanan Disabilitas Layanan Konseling Pendidikan (ULD Lakondik) Kota Pekalongan menerima kunjungan edukatif dari Forum Anak Kota Pekalongan sebagai langkah awal memperkuat kolaborasi dalam pemenuhan hak anak, khususnya bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

Guru Pendamping Khusus ULD Lakondik Kota Pekalongan, Alfa Angelia menyampaikan apresiasi atas inisiatif Forum Anak yang dinilai menjadi momentum penting dalam membangun sinergi antara lembaga layanan disabilitas dan representasi suara anak di Kota Pekalongan.

"Kami sangat antusias untuk berbagi informasi mengenai program, fasilitas, serta upaya pemenuhan hak-hak anak penyandang disabilitas yang selama ini kami jalankan," ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (12/6/2026).

Ia menerangkan bahwa, Forum Anak memiliki peran strategis dalam mengawal isu ABK melalui perannya sebagai Pelopor dan Pelapor (2P). Keberadaan Forum Anak menurutnya mampu menjadi ujung tombak dalam mengikis stigma negatif terhadap anak disabilitas melalui pendekatan teman sebaya serta memastikan suara kelompok disabilitas tetap terwakili dalam mewujudkan Kota Pekalongan sebagai Kota Layak Anak.

Sebagai tindak lanjut, ULD dan Forum Anak akan membangun kolaborasi melalui berbagai program, di antaranya penyusunan panduan advokasi sebaya, penyelenggaraan ruang berbagi pengalaman, serta kampanye digital terintegrasi melalui media sosial untuk menggaungkan praktik baik inklusi kepada generasi muda.

Lewat sinergi tersebut, pihaknya berharap lahir para "Duta Inklusi" dari pengurus Forum Anak yang mampu menjadi penggerak kampanye ramah ABK di sekolah maupun komunitas.

"Kami ingin membangun kesadaran kolektif sejak dini agar seluruh klaster pemenuhan hak anak di Kota Pekalongan benar-benar inklusif tanpa ada satu pun anak yang tertinggal. Harapannya, Kota Pekalongan menjadi lingkungan yang ramah, aman, dan suportif bagi semua anak untuk bertumbuh bersama," pungkasnya.

(Tim Liputan Dinkominfo/dea)