Details Foto


SMP Islam Pekalongan Jadikan Kurban sebagai Media Pendidikan Karakter dan Kepedulian Lingkungan

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2026-06-03 ]

SMP Islam Pekalongan Jadikan Kurban sebagai Media Pendidikan Karakter dan Kepedulian Lingkungan

Kota Pekalongan – Semangat berbagi dan kepedulian sosial tampak mewarnai pelaksanaan Latihan Kurban 1447 H di SMP Islam Pekalongan, Sabtu (30/5/2026). Melibatkan siswa kelas VII hingga IX serta didukung oleh pengurus OSIS, guru, dan wali murid, kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana pembelajaran ibadah kurban, tetapi juga wadah pembentukan karakter siswa agar lebih peduli terhadap sesama dan lingkungan.

Kepala SMP Islam Pekalongan, Ahmad Dimyati, mengatakan bahwa kegiatan latihan kurban merupakan bagian dari pendidikan karakter yang bertujuan membentuk peserta didik agar lebih peduli terhadap sesama, khususnya masyarakat yang membutuhkan.

"Latihan kurban ini bertujuan melatih anak-anak untuk peduli terhadap orang-orang di sekitarnya, terutama mereka yang kurang mampu. Melalui kegiatan ini, siswa belajar menyalurkan sedekah dan infak kepada masyarakat yang membutuhkan," katanya.

Pada pelaksanaan tahun ini, ia menyebutkan hewan kurban yang berasal dari partisipasi siswa terdiri atas 1 ekor sapi dan 2 ekor kambing. Dukungan juga datang dari wali murid dan guru yang turut menyumbangkan 4 ekor kambing sehingga total hewan kurban yang disembelih mencapai 1 ekor sapi dan 6 ekor kambing.

Melalui keterlibatan langsung dalam proses penyembelihan, pengemasan, hingga pendistribusian daging kurban, para siswa diajak memahami makna berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan.

"Alhamdulillah antusias siswa sangat baik. Mereka hadir sejak pagi dan ikut membantu proses penanganan serta pembagian daging kurban," tambahnya.

Selain menanamkan kepedulian sosial, SMP Islam Pekalongan juga mengedukasi siswa mengenai pentingnya menjaga lingkungan. Dalam pengemasan daging kurban, panitia tidak menggunakan kantong plastik, melainkan memanfaatkan daun nyantung yang berasal dari wilayah Doro, Kabupaten Pekalongan.

Menurut Dimyati, penggunaan daun nyantung dipilih karena merupakan bahan alami yang mudah terurai sehingga lebih ramah lingkungan.

"Kami tidak menggunakan plastik untuk pengemasan. Daging kurban dikemas menggunakan daun nyantung yang tumbuh secara alami. Tujuannya agar anak-anak terbiasa menggunakan bahan alami dan ikut mengurangi pencemaran lingkungan akibat sampah plastik," tandasnya.

Dari seluruh hewan kurban yang disembelih, panitia berhasil menyiapkan sekitar 350 paket daging kurban. Paket tersebut kemudian didistribusikan kepada warga di sekitar sekolah, masyarakat kurang mampu, serta siswa yang membutuhkan.

Melalui kegiatan latihan kurban ini, SMP Islam Pekalongan berharap para siswa tidak hanya memahami makna ibadah kurban, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari.

"Kami berharap ke depan anak-anak semakin peduli terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar, memiliki empati yang lebih tinggi kepada mereka yang kurang mampu, serta ikut meminimalisir penggunaan plastik agar lingkungan terbebas dari pencemaran," pungkasnya.

Kegiatan Latihan Kurban 1447 H ini menjadi wujud komitmen SMP Islam Pekalongan dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki karakter sosial yang kuat, peduli terhadap sesama, dan bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan.

(Tim Liputan Dinkominfo/dea)