[ 2026-04-27 ]
Kecamatan Berdaya di Pekalongan Selatan Perkuat Pemberdayaan Pemuda hingga Perlindungan Kelompok Rentan
Kota Pekalongan – Upaya memperkuat pemberdayaan masyarakat terus digencarkan Pemerintah Kota Pekalongan melalui implementasi Program Kecamatan Berdaya. Salah satunya di Kecamatan Pekalongan Selatan, program ini tidak hanya menyasar peningkatan kapasitas generasi muda, tetapi juga memberikan perhatian serius terhadap perlindungan kelompok rentan seperti perempuan, anak, lansia, dan penyandang disabilitas.
Camat Pekalongan Selatan, Sumadi, menjelaskan bahwa program Kecamatan Berdaya sejatinya telah lama berjalan, namun kini terus diperkuat melalui peningkatan sinergi lintas sektor, baik dengan organisasi perangkat daerah (OPD), aparat keamanan, maupun stakeholder lainnya.
“Sebetulnya program ini sudah lama berjalan, hanya saja sekarang kita lebih menekankan pada penguatan sinergitas. Kemarin kami juga mendampingi Pak Wali Kota Aaf saat penandatanganan komitmen bersama di Semarang dengan Pak Gubernur Jawa Tengah. Intinya, program ini sudah ada, tinggal bagaimana kita tingkatkan manfaatnya agar lebih dirasakan masyarakat,” tutur Sumadi saat ditemui, Jumat (24/4/2026).
Salah satu bentuk nyata implementasi program tersebut adalah penyediaan fasilitas internet gratis di lingkungan kantor kecamatan yang dapat diakses oleh masyarakat tanpa kata sandi. Layanan ini diharapkan mampu menunjang aktivitas positif warga, mulai dari pelajar, komunitas pemuda, hingga organisasi masyarakat.
“Internet gratis ini bisa diakses siapa saja tanpa password. Harapannya dimanfaatkan untuk hal-hal positif, seperti belajar, kegiatan komunitas, maupun pengembangan diri. Bahkan anak-anak Forum Anak untuk mendukung Kota Layak Anak sering memanfaatkan fasilitas ini untuk kegiatan mereka,” imbuhnya.
Menurut Sumadi, Program Kecamatan Berdaya memiliki empat pilar utama, yakni Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak, Perlindungan Lansia dan Disabilitas, Taruna Karya Mandiri, serta penyediaan fasilitas Sport Center. Keempat pilar tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat secara menyeluruh.
Pada sektor pemberdayaan pemuda, Taruna Karya Mandiri menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan keterampilan sesuai minat dan bakat. Berbagai pelatihan akan difasilitasi melalui kolaborasi dengan OPD terkait, sehingga hasilnya lebih optimal dan berkelanjutan.
“Generasi muda bisa mengembangkan potensi di bidang IT, pertanian milenial, maupun keterampilan lainnya. Kita tidak bisa berjalan sendiri, sehingga perlu sinergi dengan OPD agar pelatihan yang diberikan benar-benar sesuai kebutuhan,” jelasnya.
Sementara itu, untuk perlindungan kelompok rentan, pihak kecamatan aktif melakukan pendampingan berbasis kebutuhan di lapangan. Sumadi mencontohkan, bantuan kursi roda bagi lansia di Kelurahan Kuripan Lor yang diberikan melalui kerja sama dengan Dinas Sosial.
“Kita tidak ingin ada yang terlewat. Semua harus diperhatikan. Misalnya kemarin ada kebutuhan kursi roda, kita langsung koordinasi dengan dinas terkait. Jadi pendekatannya berbasis kebutuhan nyata masyarakat,” tegasnya.
Tak hanya itu, Kecamatan Pekalongan Selatan juga menggandeng Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), puskesmas, hingga tenaga medis dari RSUD Bendan untuk menangani kasus-kasus khusus, termasuk anak dengan kebutuhan khusus.
“Contohnya di Kelurahan Sokoduwet, ada anak dengan keterbatasan tertentu yang kita dampingi bersama puskesmas dan dokter jiwa dari RSUD Bendan. Ini bentuk nyata kolaborasi lintas sektor dalam program Kecamatan Berdaya,” tambahnya.
Di sisi lain, pengembangan fasilitas olahraga juga menjadi perhatian, meski diakui masih belum maksimal. Rencana pengembangan sport center di wilayah Kuripan masih terus diupayakan seiring dengan peningkatan sarana dan prasarana.
Sumadi menegaskan, keberhasilan Program Kecamatan Berdaya sangat bergantung pada keterlibatan semua pihak. Oleh karena itu, pihaknya terus menggalang kolaborasi dengan Polsek, Koramil, serta berbagai elemen masyarakat untuk memastikan program berjalan optimal.
Sebelumnya, Wali Kota Pekalongan, H. A. Afzan Arslan Djunaid, berkomitmen kuat dalam mendukung program ini dengan menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Program Kecamatan Berdaya Provinsi Jawa Tengah di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Kamis (16/4/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa Kecamatan Berdaya menjadi ujung tombak pemberdayaan masyarakat, dengan fokus pada kelompok produktif dan rentan, termasuk generasi muda, perempuan, dan penyandang disabilitas.
"Dengan dukungan anggaran kolaboratif yang telah mencapai lebih dari Rp131 miliar di tingkat provinsi, program ini diharapkan mampu menekan angka pengangguran sekaligus menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat dari tingkat kecamatan,"ungkap Wali Kota Aaf saat hadir dalam rakor tersebut.
Sejalan dengan itu, ia optimistis Program Kecamatan Berdaya akan memberikan dampak signifikan bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Program ini luar biasa manfaatnya. Tinggal bagaimana kita semua bisa memanfaatkannya dengan baik. Kalau dimaksimalkan, dampaknya akan sangat besar bagi masyarakat,” pungkasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)