[ 2026-04-22 ]
TKA Terintegrasi AN di Sekolah Dasar, Jadi Langkah Strategis Tingkatkan Mutu dan Kesiapan Siswa
Kota Pekalongan — Saat ini secara serentak seluruh Sekolah Dasar di Kota Pekalongan tengah menyelenggarakan Tes Kemampuan Akademik (TKA), berlangsung pada 20–21 April 2026. Pelaksanaan TKA terintegrasi dengan Asesmen Nasional (AN) menjadi momentum penting dalam memperkuat kualitas pembelajaran sekaligus memetakan kemampuan siswa secara menyeluruh.
Hal ini disampaikan oleh Kepala SD Negeri Podosugih 1 (Posutu), Resti Pramita mengungkapkan bahwa TKA tidak sekadar menjadi agenda evaluasi rutin, tetapi memiliki manfaat besar dalam dunia pendidikan, khususnya pada jenjang sekolah dasar.
“TKA bertujuan mengukur capaian akademik siswa secara objektif dan terstandar. Namun yang lebih penting, hasilnya dapat menjadi dasar untuk melihat sejauh mana kualitas pembelajaran yang sudah berjalan,” ungkapnya.
Ia menuturkan bahwa pada pelaksanaannya, siswa mengerjakan soal Bahasa Indonesia dan Matematika. Bersamaan dengan itu, juga dilaksanakan Asesmen Nasional yang meliputi Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar.
Lebih lanjut, dikatakan Resti lewat AKM, sekolah dapat mengetahui kemampuan literasi dan numerasi siswa secara lebih mendalam. Sementara itu, Survei Karakter memberikan gambaran perkembangan sikap dan nilai-nilai siswa, dan Survei Lingkungan Belajar membantu sekolah mengevaluasi kualitas suasana belajar yang ada.
Menurutnya, kombinasi instrumen tersebut memberikan manfaat yang lebih luas dibanding sekadar penilaian akademik.
“Kami tidak hanya melihat nilai, tetapi juga mendapatkan gambaran utuh tentang kemampuan kognitif, karakter, serta lingkungan belajar siswa. Ini sangat penting sebagai dasar perbaikan ke depan,” katanya.
Hasil dari TKA dan AN nantinya akan ditindaklanjuti melalui evaluasi dan refleksi menyeluruh. Sekolah akan menilai kesiapan sarana dan prasarana, teknis pelaksanaan, serta kesiapan siswa dalam menghadapi asesmen. Selain itu, analisis hasil TKA juga dimanfaatkan untuk memetakan kemampuan siswa secara lebih spesifik. Dari pemetaan tersebut, guru dapat merancang strategi pembelajaran yang lebih tepat sasaran.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap siswa mendapatkan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhannya. Di sinilah manfaat besar dari TKA, karena datanya bisa digunakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran,” tambahnya.
Manfaat lain yang tidak kalah penting adalah sebagai bekal siswa untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya. Nilai TKA dinilai dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam pendaftaran ke SMP, khususnya melalui jalur prestasi.
“Nilai ini mencerminkan kemampuan siswa secara lebih objektif. Kami berharap hasil TKA dapat menjadi bekal yang kuat bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan,” tandasnya.
Untuk memastikan hasil yang optimal, pihaknya telah melakukan berbagai persiapan sejak jauh hari. Sosialisasi kepada orang tua dilakukan agar tercipta dukungan dari rumah. Guru juga berkolaborasi memberikan tambahan pembelajaran khusus bagi siswa kelas VI.
Selain itu, sekolah mengadakan tryout bekerja sama dengan mitra pendidikan serta memanfaatkan Learning Management System (LMS) berbasis website. Melalui platform ini, siswa dapat belajar secara fleksibel, sementara guru dan orang tua dapat memantau perkembangan belajar secara berkala.
Dengan berbagai upaya tersebut, Resti berharap pelaksanaan TKA dan Asesmen Nasional diharapkan tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan mutu pendidikan serta kesiapan siswa menghadapi jenjang berikutnya.
(Tim Liputan Dinkominfo/dea)