Details Foto


Ujian Praktik Berbeda, Siswa SMP Islam Suguhkan Drama “Jejak Nusantara"

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2026-04-21 ]

Ujian Praktik Berbeda, Siswa SMP Islam Suguhkan Drama “Jejak Nusantara"

Kota Pekalongan - Dalam upaya menghadirkan pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan bermakna, SMP Islam menggelar pementasan drama kolaboratif kelas IX bertajuk “Jejak Nusantara: Dari Tahta hingga Merdeka”, 20–21 April 2026 di Lapangan Basket SMP Islam. Kegiatan ini menjadi bagian dari ujian praktik yang mengintegrasikan mata pelajaran IPS, Bahasa Indonesia, dan Seni Budaya dalam sebuah pertunjukan yang edukatif dan inspiratif.

Melalui tema besar yang diangkat, para siswa menampilkan perjalanan panjang sejarah Nusantara, mulai dari masa kerajaan hingga lahirnya Indonesia sebagai bangsa merdeka. Setiap kelompok menghadirkan interpretasi cerita yang beragam, dikemas dalam bentuk pementasan yang kreatif, komunikatif, dan sarat nilai sejarah.

Kepala SMP Islam Pekalongan, Dimyati menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana evaluasi pembelajaran, tetapi juga wadah pengembangan potensi siswa secara menyeluruh.

“Alhamdulillah, pada hari ini kita menyelenggarakan pementasan drama sebagai bentuk kolaborasi ujian praktik antara mata pelajaran IPS, Bahasa Indonesia, dan Seni Budaya. Seluruh siswa kelas IX terlibat, terdiri dari 6 kelas dengan total 12 kelompok, dan kegiatan berlangsung selama dua hari,”* ujarnya.

Sebanyak enam kelas IX berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini yang terbagi menjadi dua belas kelompok pementasan. Setiap kelompok beranggotakan 10–11 siswa yang bekerja sama dalam menyusun naskah, berlatih peran, hingga menampilkan pertunjukan secara maksimal di hadapan penonton.

Suasana kegiatan berlangsung semarak dan penuh antusiasme. Siswa yang tidak sedang tampil tetap hadir untuk menyaksikan jalannya pementasan, duduk dengan tertib, serta memberikan dukungan kepada teman-temannya. Interaksi positif ini menciptakan atmosfer yang hangat sekaligus membangun rasa kebersamaan di antara siswa.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan harapannya agar kegiatan ini mampu membentuk karakter siswa yang lebih baik.

“Alhamdulillah, antusias siswa sangat luar biasa. Mereka mengikuti kegiatan dari awal hingga selesai dan saling mendukung satu sama lain. Harapannya, siswa dapat mengekspresikan kreativitas, menciptakan karya baru, serta menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan disiplin dalam menyelesaikan tugas,” ungkapnya.

Melalui kegiatan kolaboratif ini, siswa tidak hanya belajar memahami materi, tetapi juga dilatih untuk bekerja dalam tim, mengelola ide bersama, serta menghasilkan sebuah karya seni pertunjukan yang utuh dan bermakna.

Ia menambahkan pementasan drama “Jejak Nusantara: Dari Tahta hingga Merdeka” menjadi bukti bahwa pembelajaran dapat dikemas secara menarik dan relevan dengan perkembangan zaman. Diharapkan kegiatan ini mampu memberikan pengalaman belajar yang berkesan serta mendorong siswa untuk terus berkarya, berkolaborasi, dan berprestasi.

(Tim Liputan Dinkominfo/dea)