Details Foto


Rutan Pekalongan Kembangkan Kemandirian WBP Lewat Produksi Daster, Bekal Nyata Pasca Bebas

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2026-04-20 ]

Rutan Pekalongan Kembangkan Kemandirian WBP Lewat Produksi Daster, Bekal Nyata Pasca Bebas


Kota Pekalongan – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Pekalongan terus menunjukkan komitmennya dalam membina kemandirian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui program produktif yang berorientasi pada keterampilan kerja nyata. Salah satu program unggulan yang kini berjalan adalah kegiatan produksi jasa jahit (maklon) pembuatan daster, yang dilaksanakan secara rutin setiap hari kerja di Ruang Bimbingan Kegiatan, Jumat (17/04/2026).

Program ini telah berlangsung selama enam bulan terakhir dan menjadi bagian dari upaya pembinaan yang tidak hanya berfokus pada aspek kedisiplinan, tetapi juga penguatan kapasitas individu WBP agar siap kembali ke tengah masyarakat. Melalui kegiatan ini, Rutan Pekalongan menghadirkan pendekatan pembinaan yang lebih aplikatif dan berdaya guna, dengan menitikberatkan pada keterampilan yang memiliki nilai ekonomi.

Sebanyak tiga WBP yang telah memiliki kemampuan dasar menjahit dipilih untuk mengikuti kegiatan ini. Mereka tidak hanya dilatih untuk meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga mendapatkan pengalaman kerja yang mendekati kondisi industri sesungguhnya. Proses produksi dilakukan dengan pendampingan langsung dari petugas, guna memastikan setiap tahapan berjalan dengan tertib, aman, dan sesuai dengan standar kualitas yang ditetapkan.

Kepala Subsie Bimbingan Kegiatan Rutan Pekalongan, Suharto Laksono, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi pembinaan berkelanjutan yang berorientasi pada hasil nyata.

“Kami berkomitmen memberikan pembinaan kemandirian yang nyata dan bermanfaat bagi WBP. Melalui pelatihan menjahit ini, kami ingin mereka memiliki keterampilan yang bisa menjadi bekal usaha dan membuka peluang kerja setelah kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, Rutan Pekalongan menjalin kerja sama dengan pihak ketiga, yakni Batik Putri Diana, yang secara konsisten menyuplai bahan jahit untuk diproduksi menjadi daster. Skema kerja sama ini menjadikan Rutan sebagai mitra jasa produksi, di mana hasil jahitan yang telah selesai kemudian dikembalikan kepada pihak mitra. Pola kemitraan ini dinilai efektif dalam menghadirkan ekosistem pembinaan yang produktif sekaligus bernilai ekonomi.

"Selain mendapatkan pengalaman kerja, WBP yang terlibat juga menerima premi sebesar 30 persen dari hasil produksi sebagai bentuk apresiasi atas kinerja mereka. Hal ini diharapkan dapat menumbuhkan motivasi, rasa tanggung jawab, serta kepercayaan diri WBP dalam mengembangkan potensi diri," terangnya.

Ia menjelaskan, program produksi daster ini tidak hanya menjadi sarana pembinaan keterampilan, tetapi juga menjadi langkah konkret dalam mempersiapkan WBP menghadapi kehidupan pasca bebas. Dengan bekal keterampilan menjahit dan pengalaman kerja yang dimiliki, mereka diharapkan mampu lebih mandiri, produktif, dan berdaya saing di tengah masyarakat. Ke depan, Rutan Pekalongan berencana untuk terus mengembangkan program serupa dengan cakupan yang lebih luas, sehingga semakin banyak WBP yang dapat merasakan manfaatnya.

"Pembinaan berbasis keterampilan ini diharapkan menjadi jembatan menuju reintegrasi sosial yang lebih baik, sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan mandiri," tukasnya.


(Tim Liputan Kominfo/Dian)