[ 2026-04-20 ]
Penataan Pasar Banjarsari Perkuat Aktivitas Ekonomi dan Kenyamanan Transaksi
Kota Pekalongan – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan terus berkomitmen dalam meningkatkan kualitas sarana perdagangan rakyat melalui penataan Pasar Banjarsari. Upaya ini diharapkan mampu memperkuat geliat ekonomi sekaligus menciptakan kenyamanan bagi pedagang maupun pembeli dalam bertransaksi.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pekalongan, Nur Priyantomo, menyampaikan bahwa, penataan tersebut merupakan tindak lanjut dari langkah-langkah yang sebelumnya telah dilakukan. Hal itu disampaikannya di sela kegiatan sosialisasi penataan pedagang sekaligus peninjauan bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di Pasar Banjarsari, Minggu (19/4/2026).
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya sebatas inspeksi, tetapi juga menjadi sarana komunikasi langsung dengan para pedagang agar ke depan dapat menempati lokasi sesuai dengan zonasi yang telah ditetapkan. Dengan demikian, tata kelola pasar menjadi lebih rapi, tertib, dan memudahkan pengunjung dalam berbelanja.
“Kami datang untuk melakukan inspeksi sekaligus memberikan sosialisasi kepada para pedagang. Harapannya, pedagang dapat menempati sesuai zonanya sehingga aktivitas perdagangan menjadi lebih tertata,” ujar Sekda Nur Pri, sapaan akrabnya.
Dalam peninjauan tersebut, pihaknya juga menemukan beberapa hal yang perlu segera ditangani, khususnya pada area pada lantai dua di zona perdagangan ikan. Permasalahan sanitasi menjadi perhatian utama, di mana aliran air yang tidak berjalan optimal dan berpotensi mengganggu kenyamanan dan kebersihan lingkungan pasar.
Menanggapi hal itu, ia menjelaskan, Pemkot Pekalongan berencana melakukan pembenahan melalui rehabilitasi maupun skema penanganan lainnya. Langkah ini akan dibahas lebih lanjut bersama dinas teknis terkait, seperti Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dindagkop-UKM) serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) setempat guna memastikan solusi yang tepat dan berkelanjutan.
“Kami menyadari ada kendala sanitasi di zona ikan. Ini akan menjadi perhatian kami untuk segera ditangani, agar para pedagang bisa lebih nyaman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Sekda Nur Pri menegaskan bahwa, Pasar Banjarsari memiliki potensi ekonomi yang cukup besar. Aktivitas perdagangan yang sudah ramai diharapkan dapat terus tumbuh seiring dengan penataan yang dilakukan secara bertahap dan terencana.
Ia juga mengajak seluruh pihak, baik pedagang maupun masyarakat, untuk bersama-sama menjaga fasilitas yang telah tersedia. Dukungan dan partisipasi aktif dari semua elemen dinilai menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan pasar yang bersih, tertib, dan nyaman.
“Kalau aktivitas perdagangan di sini sudah ramai, tentu ini menjadi modal penting untuk terus menggerakkan perekonomian. Tinggal bagaimana kita bersama-sama menjaga fasilitas dan mendukung penataan yang dilakukan,” jelasnya.
Terkait pengawasan, ia menyebutkan bahwa saat ini pengawasan rutin telah dilakukan oleh Dindagkop-UKM bersama jajaran. Namun demikian, ke depan diperlukan penguatan melalui dukungan anggaran agar penataan dan pengelolaan pasar dapat berjalan lebih optimal.
“Pengawasan tetap berjalan. Ini juga bagian dari pengawasan kami. Ke depan memang diperlukan intervensi anggaran untuk mendukung penataan yang lebih maksimal. Melalui langkah penataan yang berkelanjutan, Pasar Banjarsari diharapkan tidak hanya menjadi pusat aktivitas ekonomi, tetapi juga mampu menghadirkan pengalaman berbelanja yang nyaman, aman, dan menyenangkan bagi masyarakat Kota Pekalongan,"tukasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)