[ 2026-04-16 ]
16 Tim Ramaikan Turnamen Mobile Legends Kapolres Pekalongan Kota Cup 2026, Dorong Aktivitas Positif Generasi Muda
Kota Pekalongan – Sebanyak 16 tim turut ambil bagian dalam Turnamen Mobile Legends: Bang Bang Kapolres Pekalongan Kota Cup Tahun 2026 yang digelar di Aula Wicaksana Laghawa Mapolres Pekalongan Kota, Rabu (15/4/2026). Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus wadah penyaluran minat dan bakat generasi muda di bidang e-sport yang kian berkembang pesat.
Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Riki Yariandi, menuturkan bahwa, turnamen ini tidak sekadar kompetisi, melainkan bagian dari upaya membangun kedekatan antara Polri dengan masyarakat, khususnya generasi muda.
“Turnamen Mobile Legends Kapolres Pekalongan Kota Cup ini, kami selenggarakan sebagai sarana merajut silaturahmi dan komunikasi dengan Generasi Z di Kota Pekalongan. Kami ingin mewadahi dan memfasilitasi kegiatan positif agar anak-anak muda bisa menyalurkan minat dan kreativitasnya,” ujar Kapolres usai membuka kegiatan.
Menurutnya, e-sport saat ini menjadi salah satu bidang yang sangat diminati oleh generasi muda, dengan Mobile Legends: Bang Bang sebagai salah satu permainan yang paling populer di Kota Pekalongan. Oleh karena itu, pihaknya berinisiatif menghadirkan kompetisi yang dapat merangkul berbagai kalangan, mulai dari Generasi Z, milenial hingga generasi lainnya.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun bonding dengan masyarakat. Selain itu, kami juga dapat memberikan edukasi kepada anak-anak muda agar terhindar dari kegiatan negatif seperti tawuran maupun balap liar, dengan mengalihkannya ke kegiatan yang lebih positif,” imbuhnya.
AKBP Riki menyebut, dalam turnamen ini, sebanyak 16 tim bertanding dengan masing-masing tim terdiri dari 5 hingga 6 orang pemain. Total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp10 juta. Kapolres juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Pekalongan atas dukungan yang diberikan dalam penyelenggaraan kegiatan ini.
“Ini adalah turnamen perdana yang kami selenggarakan. Ke depan, kami berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan, bahkan direncanakan akan ada Wali Kota Cup Mobile Legends di Kota Pekalongan,” tambahnya.
Menariknya, turnamen ini juga melibatkan berbagai kalangan, termasuk peserta dari komunitas difabel. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa e-sport bersifat inklusif dan dapat diikuti oleh siapa saja.
“Kami sangat senang karena teman-teman difabel juga ikut berpartisipasi. Bahkan tadi mereka mampu mengalahkan tim dari Polres. Ini menunjukkan bahwa mereka memiliki kemampuan luar biasa dan patut diberikan ruang yang sama,” ungkap Kapolres.
Melalui turnamen ini, pihaknya berharap, kegiatan ini tidak hanya menghadirkan ajang kompetisi, tetapi juga membangun ruang interaksi yang inklusif, edukatif, dan inspiratif.
"Diharapkan, kegiatan ini mampu menjadi langkah nyata dalam membentuk generasi muda yang kreatif, berprestasi, serta menjauh dari berbagai perilaku negatif di tengah perkembangan era digital," harapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Mualim, mengapresiasi inisiatif Polres Pekalongan Kota dalam menyelenggarakan kegiatan yang dinilai mampu menciptakan kondisi positif bagi pelajar.
“Kami dari Dinas Pendidikan sangat mengapresiasi kegiatan ini. Ini merupakan langkah yang baik dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi generasi muda, khususnya pelajar,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa, kegiatan seperti ini dapat menjadi sarana edukasi bagi pelajar dalam memanfaatkan teknologi secara bijak. Dinas Pendidikan pun siap menjadi mitra strategis dalam pembinaan generasi muda melalui kegiatan serupa.
“Harapan kami, para pelajar dapat lebih bijak dalam menggunakan gadget dan media sosial. Dengan adanya kegiatan ini, mereka bisa lebih tertarik pada hal-hal positif yang dapat membangun karakter dan kepribadian,” jelasnya.
Salah satu peserta dari tim tuna rungu SLB Kota Pekalongan, Galih, melalui guru pendampingnya Luthfi, mengaku sangat senang dapat ikut serta dalam turnamen tersebut. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus digelar dan melibatkan lebih banyak peserta dari kalangan difabel.
“Galih merasa senang sekali bisa ikut turnamen ini. Ke depan, ia berharap bisa kembali berpartisipasi jika ada kegiatan serupa, dan teman-teman difabel lainnya juga bisa terus dilibatkan,” tukasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)