Details Foto


Tingkatkan Literasi Digital, Pelajar Kota Pekalongan Didorong Manfaatkan AI Secara Bijak

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2026-04-13 ]

Tingkatkan Literasi Digital, Pelajar Kota Pekalongan Didorong Manfaatkan AI Secara Bijak

Kota Pekalongan – Upaya meningkatkan literasi digital di kalangan generasi muda terus digencarkan. Ratusan pelajar SMA dan SMK se-Kota Pekalongan mengikuti pelatihan Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang digelar di Aula Wicaksana Laghawa Polres Pekalongan Kota, Kamis (9/4/2026).

Kegiatan bertajuk “AI READY ASEAN” tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Polres Pekalongan Kota dengan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO). Pelatihan ini menjadi salah satu langkah konkret dalam membekali pelajar dengan pemahaman teknologi digital yang semakin berkembang pesat, sekaligus menanamkan sikap bijak dalam penggunaannya.

Kapolres Pekalongan Kota, Riki Yariandi, S.H., S.I.K., M.H., dalam sambutannya menegaskan bahwa, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masa depan generasi muda. Menurutnya, pelajar sebagai generasi Z memiliki peran penting dalam menghadapi era transformasi digital yang ditandai dengan kemajuan teknologi, termasuk kecerdasan buatan.

“Hal ini merupakan wujud kepedulian dan perhatian Polres Pekalongan Kota kepada generasi muda penerus bangsa, khususnya generasi Z,” ujar AKBP Riki.

Ia menjelaskan bahwa teknologi AI saat ini telah merambah berbagai aspek kehidupan, mulai dari pendidikan, industri kreatif, hingga dunia kerja. Oleh karena itu, para pelajar perlu memiliki kemampuan untuk memahami dan memanfaatkan teknologi tersebut secara optimal.

Namun demikian, ia juga mengingatkan bahwa penggunaan AI harus disikapi secara bijak. Ia menekankan agar pelajar tidak menjadikan teknologi sebagai ketergantungan, melainkan sebagai alat bantu untuk meningkatkan produktivitas dan kreativitas.

“Gunakan AI sebagai sarana untuk belajar dan berkembang, bukan sebagai pengganti kemampuan berpikir. Tetap kritis, selektif, dan bertanggung jawab dalam menggunakannya,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mendorong seluruh peserta untuk mengikuti pelatihan dengan penuh semangat dan kesungguhan. Dengan suasana belajar yang interaktif dan menyenangkan, diharapkan materi yang disampaikan dapat diserap dengan baik oleh para peserta.

“Jadikan pelatihan ini sarana belajar yang menyenangkan, ciptakan suasana riang gembira namun tetap fokus dan serius sehingga adik-adik semua dapat menggunakan AI dengan efektif dan efisien,” imbuhnya.

Sementara itu, salah satu peserta pelatihan, Karida Angel, mengaku sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Ia menilai pelatihan AI ini memberikan wawasan baru yang sangat relevan dengan kebutuhan pelajar di era digital saat ini.

“Kegiatan ini sangat seru dan menyenangkan, selain itu juga menambah ilmu baru bagi kami. Kami jadi lebih paham bagaimana memanfaatkan AI dengan baik,” ujarnya.

Ia menilai, pelatihan ini tidak hanya memberikan pemahaman dasar tentang AI, tetapi juga mengajak pelajar untuk berpikir kritis terhadap informasi yang beredar di dunia digital. Hal ini sejalan dengan misi MAFINDO dalam melawan penyebaran hoaks serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya literasi digital.

Melalui kegiatan ini, ia berharap para pelajar di Kota Pekalongan mampu menjadi generasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus memiliki etika digital yang kuat. Dengan bekal tersebut, mereka diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu berkontribusi secara positif dalam ekosistem digital yang sehat dan produktif.

"Ke depan, sinergi antara aparat, komunitas, dan dunia pendidikan diharapkan terus diperkuat guna menciptakan generasi muda yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab dalam menghadapi tantangan era digital yang semakin kompleks,"pungkasnya.


(Tim Liputan Kominfo/Dian)