[ 2026-04-13 ]
Rakerkot KONI 2026 Bahas Persiapan Porprov, Wali Kota Aaf Tekankan Pemerataan Prestasi Cabor
Kota Pekalongan – Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid atau yang akrab disapa Aaf, membuka kegiatan Rapat Kerja Kota (Rakerkot) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Pekalongan Tahun 2026 yang berlangsung di Ruang Buketan Setda Kota Pekalongan, Sabtu (14/3/2026). Kegiatan tersebut menjadi forum strategis bagi jajaran pengurus KONI dan pengurus cabang olahraga (cabor) untuk mengevaluasi program kerja sekaligus mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah mendatang.
Usai membuka kegiatan, Wali Kota Aaf menyampaikan bahwa, Rakerkot KONI merupakan momentum penting untuk membahas berbagai aspek organisasi dan pembinaan olahraga di Kota Pekalongan, mulai dari pembahasan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), kondisi pembinaan atlet, hingga strategi peningkatan prestasi olahraga daerah.
“Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar. Dalam Rakerkot ini kita membahas berbagai hal, mulai dari AD/ART, kondisi cabang olahraga, hingga anggaran dan persiapan menghadapi Porprov,” ujar Wali Kota Aaf.
Menurutnya, komunikasi yang aktif antara cabang olahraga dengan KONI menjadi kunci dalam memetakan berbagai kendala yang dihadapi atlet maupun pengurus. Dengan komunikasi yang baik, diharapkan berbagai permasalahan yang muncul dalam proses pembinaan maupun persiapan menuju Porprov dapat segera dicarikan solusi.
Ia juga meminta setiap cabang olahraga untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh, baik bagi cabor yang berhasil lolos kualifikasi Porprov maupun yang belum berhasil. Hal tersebut dinilai penting agar pembinaan ke depan bisa lebih terarah dan optimal.
“Cabor harus aktif berkomunikasi dengan KONI. Yang sudah lolos Porprov, kendalanya apa untuk persiapan. Yang belum lolos juga harus dievaluasi, apa penyebabnya sehingga tidak lolos. Ini penting untuk perbaikan ke depan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Wali Kota Aaf menegaskan bahwa, Pemerintah Kota Pekalongan menargetkan peningkatan perolehan medali sekaligus perbaikan peringkat pada ajang Porprov mendatang. Ia menilai selama ini beberapa cabang olahraga telah menjadi andalan dalam menyumbang medali bagi Kota Pekalongan, namun ke depan diharapkan lebih banyak cabang olahraga yang mampu berkontribusi.
Selama ini, cabang olahraga biliar dikenal sebagai salah satu penyumbang medali terbanyak bagi Kota Pekalongan dalam setiap ajang Porprov, bahkan mampu menyumbang sekitar 9 hingga 11 medali. Meski demikian, Aaf berharap prestasi tersebut dapat diikuti oleh cabang olahraga lainnya agar capaian prestasi menjadi lebih merata.
“Selama ini kita selalu mengandalkan biliar. Itu harus tetap dipertahankan, tapi cabor lain juga harus menyusul agar perolehan medali kita bisa meningkat dan peringkat juga naik,” tegasnya.
Ia menyebut beberapa cabang olahraga yang dinilai memiliki potensi untuk menambah perolehan medali emas, di antaranya balap sepeda, tinju, pencak silat, hingga cabang olahraga baru seperti Xiangqi atau catur Tiongkok yang mulai berkembang.
Meski demikian, Wali Kota Aaf mengingatkan para pengurus dan atlet agar tidak terlalu cepat merasa puas dengan hasil yang telah dicapai pada babak pra-kualifikasi. Menurutnya, persaingan masih sangat terbuka karena masih ada waktu cukup panjang hingga pelaksanaan Porprov.
“Kita jangan terlalu percaya diri dengan hasil pra. Persiapan kita harus terus dimatangkan dan juga harus memantau perkembangan atlet lawan. Waktunya masih cukup panjang menuju Porprov, sekitar setengah tahun lebih,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua KONI Kota Pekalongan, Edywan, mengungkapkan bahwa, pelaksanaan Rakerkot tahun ini berjalan lancar sesuai agenda yang telah direncanakan, meskipun pelaksanaannya mengalami sedikit penyesuaian jadwal.
Ia menjelaskan bahwa, pada umumnya Rakerkot KONI dilaksanakan pada akhir tahun, tepatnya bulan Desember. Namun karena beberapa kendala, kegiatan tersebut baru dapat dilaksanakan pada Maret 2026.
“Alhamdulillah Rakerkot KONI Kota Pekalongan pagi ini sampai menjelang siang berjalan lancar sesuai agenda. Memang biasanya Rakerkot dilaksanakan bulan Desember, tapi karena sesuatu hal baru bisa kita selenggarakan pada 14 Maret ini di Buketan,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, berbagai persoalan strategis juga menjadi pembahasan, terutama terkait keterbatasan sarana dan prasarana olahraga serta dukungan anggaran untuk pembinaan atlet.
Menurut Edywan, pada tahun ini fokus utama KONI Kota Pekalongan adalah mempersiapkan atlet menghadapi Porprov Jawa Tengah yang akan digelar di wilayah Semarang Raya pada Oktober 2026.
Namun di sisi lain, keterbatasan anggaran menjadi salah satu tantangan dalam upaya pembinaan atlet secara optimal. Oleh karena itu, KONI berencana memprioritaskan penggunaan anggaran untuk kebutuhan persiapan Porprov terlebih dahulu.
“Karena tahun ini ada Porprov di Semarang Raya pada bulan Oktober, sementara anggaran kita terbatas, maka fokus kita arahkan untuk persiapan Porprov dulu. Untuk program pembinaan lainnya kemungkinan akan kita ajukan pada anggaran perubahan,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa, Pemerintah Kota Pekalongan melalui Wali Kota telah memberikan sinyal dukungan untuk tambahan anggaran pada perubahan APBD mendatang guna mendukung pembinaan olahraga di Kota Pekalongan.
"Dengan adanya dukungan tersebut, kami berharap pembinaan atlet dan pengembangan cabang olahraga di Kota Pekalongan dapat berjalan lebih maksimal sehingga target peningkatan prestasi pada ajang Porprov mendatang dapat tercapai,"pungkasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)