[ 2026-04-13 ]
Arus Kendaraan Mulai Meningkat, Polres Pekalongan Kota Siapkan Rekayasa Lalu Lintas OKC 2026
Kota Pekalongan – Memasuki hari kedua pelaksanaan Operasi Ketupat Candi (OKC) 2026, arus lalu lintas di wilayah Kota Pekalongan mulai menunjukkan peningkatan. Aktivitas kendaraan terpantau semakin ramai pada Sabtu malam (14/3/2026), baik di ruas Jalur Pantura maupun sejumlah ruas jalan di dalam kota yang menjadi akses utama mobilitas masyarakat dan pemudik.
Kondisi tersebut dipantau langsung oleh jajaran Satuan Lalu Lintas Polres Pekalongan Kota yang telah menyiagakan personel di sejumlah titik strategis untuk mengantisipasi terjadinya kepadatan arus kendaraan. Pemantauan dilakukan secara intensif melalui pos-pos pengamanan yang tersebar di wilayah hukum Polres Pekalongan Kota.
Kasat Lantas Polres Pekalongan Kota, AKP Andi Susanto, S.H., M.H., selaku Kasatgas Kamseltibcarlantas Operasi Ketupat Candi 2026 menyampaikan bahwa hingga Sabtu malam (14/3/2026) arus lalu lintas mulai meningkat, meskipun secara umum masih terpantau lancar dan terkendali.
“Pada malam Minggu ini arus lalu lintas mulai ramai, namun secara umum masih lancar. Polres Pekalongan Kota memiliki tiga pos yang terdiri dari Pos Terpadu, Pos Pengamanan, dan Pos Pelayanan. Personel di pos-pos tersebut bersama tim urai secara aktif melakukan pemantauan dan pengaturan apabila terjadi kepadatan arus,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa, keberadaan pos-pos tersebut menjadi bagian dari strategi pengamanan selama masa arus mudik dan balik Lebaran. Selain berfungsi sebagai titik pengawasan lalu lintas, pos tersebut juga memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya para pemudik yang melintas di wilayah Kota Pekalongan.
Lebih lanjut, AKP Andi menuturkan bahwa, terdapat beberapa titik yang berpotensi menimbulkan kepadatan arus kendaraan, salah satunya di perlintasan kereta api sebidang yang berada di Jalan KH. Mansyur, tepatnya di kawasan sekitar Stasiun Kota Pekalongan.
Menurutnya, aktivitas kereta api yang akan berhenti maupun berangkat dari stasiun menyebabkan kereta melaju dengan kecepatan lebih rendah, sehingga waktu penutupan palang pintu menjadi lebih lama dibandingkan perlintasan biasa.
“Kami mengantisipasi potensi kepadatan yang disebabkan oleh perlintasan kereta api sebidang di Jalan KH. Mansyur. Kereta yang akan berhenti maupun berangkat dari Stasiun Pekalongan kecepatannya melambat, sehingga palang pintu tertutup lebih lama dan dapat menimbulkan antrean kendaraan,” jelasnya.
Sebagai langkah antisipasi, pihaknya telah menyiapkan sejumlah skema rekayasa lalu lintas guna mengurai kepadatan kendaraan apabila terjadi antrean panjang di titik tersebut. Salah satu alternatif yang disiapkan yakni dengan mengalihkan arus kendaraan melalui Jalan Hayam Wuruk sebagai jalur pengurai lalu lintas.
“Kami sudah menyiapkan beberapa alternatif rekayasa arus apabila terjadi antrean kendaraan. Salah satunya dengan mengalihkan arus melalui Jalan Hayam Wuruk sebagai jalur urai,” imbuhnya.
Sementara itu, berdasarkan perkiraan kepolisian, puncak arus mudik yang memasuki wilayah Kota Pekalongan diprediksi akan terjadi pada Rabu (18/3/2026). Mengantisipasi lonjakan kendaraan tersebut, seluruh personel yang terlibat dalam Operasi Ketupat Candi 2026 disiagakan selama 24 jam penuh.
"Pengamanan dilakukan sepanjang jalur utama sekitar 9,6 kilometer mulai dari wilayah perbatasan kota hingga ruas jalan strategis lainnya yang menjadi lintasan kendaraan pemudik. Selain menjaga kelancaran arus lalu lintas, petugas juga berupaya mencegah terjadinya kecelakaan selama masa arus mudik dan balik Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi,"terangnya.
Pihaknya juga mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya para pemudik, agar selalu mengutamakan keselamatan selama perjalanan. Pengendara diminta mematuhi rambu-rambu lalu lintas, menjaga kecepatan kendaraan, serta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan layak jalan sebelum melakukan perjalanan jauh.
Selain itu, pemudik juga diingatkan untuk tidak memaksakan diri apabila merasa lelah saat berkendara. Para pengendara disarankan memanfaatkan fasilitas rest area maupun pos pelayanan yang telah disediakan untuk beristirahat sejenak demi menjaga kondisi fisik tetap prima selama perjalanan.
“Keselamatan menjadi hal yang paling utama. Kami mengimbau kepada para pemudik untuk mematuhi aturan lalu lintas, menjaga kondisi fisik, serta memanfaatkan fasilitas istirahat yang telah disediakan agar perjalanan mudik dapat berlangsung aman dan nyaman,” tegasnya.
Ia menegaskan, Polres Pekalongan Kota juga mendukung program Safety and Hospitality yang disiapkan oleh Polda Jawa Tengah melalui berbagai pos pelayanan di sepanjang jalur mudik.
"Program tersebut bertujuan memberikan rasa aman, nyaman, serta pelayanan terbaik bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik Lebaran tahun ini," tutupnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)