Details Foto


Perkuat Kepedulian Lingkungan, Gereja Santo Petrus Pekalongan Undang Ratusan Petugas Kebersihan Buka Bersama

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2026-04-13 ]

Perkuat Kepedulian Lingkungan, Gereja Santo Petrus Pekalongan Undang Ratusan Petugas Kebersihan Buka Bersama

Kota Pekalongan – Kepedulian terhadap para petugas kebersihan yang selama ini menjadi garda terdepan menjaga lingkungan kota ditunjukkan melalui kegiatan buka bersama yang digelar oleh Gereja Katolik Santo Petrus Pekalongan. Dalam kegiatan tersebut, ratusan petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pekalongan diundang untuk berbuka puasa bersama di Gereja Katolik Santo Petrus Pekalongan, Selasa petang (10/3/2026).

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala DLH Kota Pekalongan, Joko Purnomo, Pastor Paroki Gereja Santo Petrus, Romo Yohanes Suratman, serta sejumlah tokoh lintas agama dan pejabat daerah. Turut hadir pula Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pekalongan, Dr. H. Abdul Wahab dan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Pekalongan, K.H. Achmad Marzuqi, dan sejumlah tokoh lintas agama lain.

Kepala DLH Kota Pekalongan, Joko Purnomo menyampaikan bahwa, kegiatan buka bersama tersebut merupakan bentuk apresiasi kepada para petugas kebersihan yang setiap hari bekerja menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di Kota Pekalongan.

Menurutnya, para petugas yang hadir berasal dari berbagai unsur di lingkungan DLH, mulai dari penyapu jalan, kru pengangkut sampah, tim penebang pohon, hingga petugas pengawasan sampah liar dan kru yang bertugas di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

“Kegiatan ini adalah buka bersama para tenaga kebersihan di Dinas Lingkungan Hidup Kota Pekalongan bersama Gereja Santo Petrus dalam rangka pemberian apresiasi kepada para tim penyapu jalan, tim pengangkutan sampah, serta berbagai tim lain yang bekerja di DLH Kota Pekalongan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, secara keseluruhan jumlah personel di DLH Kota Pekalongan, termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN) dan tenaga lapangan, mencapai sekitar 500 orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 300 orang hadir dalam kegiatan buka bersama yang digelar oleh pihak gereja.

Joko mengaku sangat mengapresiasi kepedulian Gereja Santo Petrus yang memberikan perhatian kepada para petugas kebersihan yang selama ini bekerja keras menjaga kebersihan kota.

“Saya sangat mengapresiasi kepada Romo Yohanes Suratman beserta jajaran Gereja Santo Petrus Kota Pekalongan yang telah memperhatikan teman-teman kami, para pahlawan kebersihan Kota Pekalongan ini,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa dalam kesempatan tersebut pihaknya sempat berdiskusi dengan pengurus gereja mengenai upaya memperkuat gerakan peduli lingkungan, khususnya dalam hal pengelolaan sampah dan penerapan kebiasaan memilah sampah dari sumbernya.

Menurutnya, langkah ini sangat penting untuk mendukung program Pemerintah Kota Pekalongan dalam mengurangi volume sampah sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan.

“Kami juga berdiskusi agar ke depan bisa bersama-sama mensosialisasikan gerakan pilah sampah kepada umat gereja. Harapannya, program pilah sampah dari  Pemerintah Kota Pekalongan melalui DLH dapat berjalan lebih cepat dan efektif,” jelasnya.

Sementara itu, Pastor Paroki Gereja Santo Petrus Pekalongan, Romo Yohanes Suratman menuturkan bahwa, kegiatan buka bersama dengan berbagai elemen masyarakat sebenarnya telah rutin dilaksanakan oleh pihak gereja sejak tahun 2024. Namun, setiap tahunnya kelompok yang diundang berbeda.

Pada tahun ini, pihak gereja secara khusus mengundang para petugas kebersihan sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka dalam menjaga lingkungan hidup.

“Setiap tahun kami memang mengadakan acara ini sejak tahun 2024, tetapi yang diundang berbeda-beda. Kali ini kami mengundang para petugas kebersihan, karena kami menyadari bahwa masalah lingkungan hidup merupakan keprihatinan bersama, bukan hanya di Pekalongan tetapi juga di seluruh dunia,” tutur Romo Yohanes.

Ia menjelaskan bahwa Gereja Katolik sendiri telah memiliki dokumen resmi mengenai kepedulian terhadap lingkungan hidup sejak tahun 2015. Nilai-nilai dalam dokumen tersebut terus disosialisasikan kepada umat agar semakin peduli terhadap kelestarian lingkungan.

Melalui kegiatan ini, pihak gereja ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada para petugas kebersihan yang selama ini bekerja keras menjaga kebersihan kota.

“Pertama, kami ingin memberikan apresiasi kepada mereka yang oleh Pak Kepala DLH dan jajaran petugas kebersihan sebagai pahlawan kebersihan. Kedua, kami ingin menunjukkan solidaritas kepada mereka yang bekerja keras menjaga lingkungan,” jelasnya.

Selain itu, Gereja Santo Petrus juga telah mengembangkan berbagai program kepedulian lingkungan, salah satunya melalui pembentukan bank sampah yang melibatkan umat.

Romo Yohanes berharap kegiatan ini dapat menjadi momentum untuk menumbuhkan gerakan kepedulian lingkungan yang lebih luas di masyarakat.

“Ini bukan hanya tugas para petugas kebersihan, tetapi menjadi tanggung jawab kita semua. Semua umat beragama memiliki peran untuk menjaga lingkungan. Mudah-mudahan ini bisa menjadi gerakan kepedulian bersama,” ujarnya.

Ia menambahkan, dalam kegiatan tersebut sekitar 300 orang diundang, yang terdiri dari para petugas kebersihan DLH serta perwakilan tokoh lintas agama yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Pekalongan.

Lanjutnya, kegiatan buka bersama ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan lintas agama dalam mendukung upaya menjaga lingkungan hidup di Kota Pekalongan.

"Dengan kolaborasi berbagai pihak, kami berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan dapat terus meningkat,"tukasnya.


(Tim Liputan Kominfo/Dian)