Details Foto


Gerakan Pangan Murah Meriahkan Hari Jadi ke-120 Kota Pekalongan, Warga Antusias Serbu Sembako

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2026-04-13 ]

Gerakan Pangan Murah Meriahkan Hari Jadi ke-120 Kota Pekalongan, Warga Antusias Serbu Sembako

Kota Pekalongan — Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-120 Kota Pekalongan, Pemerintah Kota melalui Dinas Pertanian dan Pangan (Dinperpa) bersama Bank Indonesia menggelar kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) di GOR Jetayu, Rabu (1/4/2026). Kegiatan ini disambut antusias oleh masyarakat yang memadati lokasi sejak pagi hari.

Kepala Dinperpa Kota Pekalongan, Lili Sulistyawati menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat, khususnya pasca Idul Fitri.

“Alhamdulillah, dalam rangka Hari Jadi Kota Pekalongan, kami menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah yang difasilitasi oleh Bank Indonesia Tegal untuk subsidi harga. Antriannya ramai, artinya GPM ini tetap ditunggu masyarakat Kota Pekalongan untuk mendapatkan harga pangan yang wajar dan terjangkau,” jelasnya.

Ia mengatakan bahwa kondisi harga kebutuhan pokok di pasaran masih relatif tinggi setelah Idul Fitri. Meski demikian, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama satuan tugas terkait terus melakukan pemantauan agar harga komoditas penting seperti beras, minyak goreng, gula, dan telur tidak melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Melalui gerakan pangan murah ini, kami berupaya menstabilkan harga bahkan di bawah HET sesuai anjuran pemerintah, sehingga dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokoknya,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, berbagai komoditas disediakan dengan harga terjangkau. Perum Bulog menghadirkan beras premium sebanyak 350 paket dan beras SPHP sebanyak 250 paket. Selain itu, tersedia gula pasir sebanyak 500 kilogram dan minyak goreng sebanyak 500 liter. Produk pangan lokal juga turut meramaikan, di antaranya hasil dari Dinas Ketahanan Pangan Provinsi, Kelompok Wanita Tani (KWT), PKK, hingga Prima Food.

Adapun harga yang ditawarkan antara lain beras premium Rp65.000 per paket, beras SPHP Rp55.000, gula pasir Rp15.500 per kilogram, minyak goreng Rp14.500 per liter, dan telur Rp27.000 per kilogram, serta berbagai komoditas lainnya.

Salah satu warga Poncol, Aulia, mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini. Ia menyebut harga yang ditawarkan jauh lebih terjangkau dibandingkan harga di pasaran.

“Alhamdulillah, dengan hari jadi Kota Pekalongan, pemerintah kembali mengadakan tebus murah sembako. Ini sangat bermanfaat bagi warga, karena bisa membeli kebutuhan pokok dengan harga murah meriah,” ungkapnya.

Menurut Aulia, harga beras di pasaran saat ini mencapai sekitar Rp15.000 per kilogram. Dalam kegiatan ini, pembelian dibatasi maksimal dua item per jenis per orang guna pemerataan.

“Saya tadi beli beras 10 kilogram, gula 2 kilogram, dan minyak 2 liter. Sangat membantu untuk kebutuhan sehari-hari,” tambahnya.

Kegiatan Gerakan Pangan Murah ini diharapkan dapat terus digelar secara berkala sebagai langkah konkret pengendalian inflasi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Pekalongan.

(Tim Liputan Dinkominfo/dea)