[ 2026-04-13 ]
Perkuat Layanan Kesehatan, Rutan Pekalongan Ikuti Orientasi HIV & IMS Komprehensif
Kota Pekalongan – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Pekalongan melalui Klinik Pratama mengikuti kegiatan “C.2 Orientasi Layanan HIV & IMS Komprehensif pada Fasyankes Dampingan” yang digelar di Aula Puskesmas Bendan Kota Pekalongan, Selasa (3/3/2026).
Dalam kegiatan tersebut, tim pelaksana Program Kolaborasi TB-HIV/AIDS Rutan Pekalongan turut ambil bagian. Tim tersebut terdiri dari dr. Ary Kurniawan selaku Penanggung Jawab Medis, Yuli Triono, A.Md.Kep. sebagai perawat, Dyan Wisnuarga, A.Md.Kep. sebagai petugas farmasi, Taufik Fatah Hidayat sebagai petugas laboratorium, serta Faniar Aulia Nisa sebagai petugas data.
Perawat Klinik Pratama Rutan Pekalongan, Yuli Triono, menjelaskan bahwa, unit layanan kesehatan rutan ini menjadi salah satu dari enam fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) terpilih yang mendapatkan penguatan implementasi layanan HIV dan Penyakit Infeksi Menular Seksual (PIMS) secara komprehensif.
"Orientasi yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kota Pekalongan bekerja sama dengan Yayasan Kasih Suwitno ini dilaksanakan selama tiga hari, mulai 3 hingga 5 Maret 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dalam memberikan layanan pencegahan, deteksi dini, hingga penanganan HIV dan IMS secara terpadu dan berkelanjutan,"terang Yuli.
Menurutnya, keikutsertaan dalam kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di lingkungan rutan. Orientasi ini sangat penting untuk meningkatkan kapasitas kami dalam memberikan layanan HIV dan IMS yang komprehensif.
"Kami siap mengimplementasikannya demi optimalnya layanan kesehatan bagi warga binaan. Melalui kegiatan ini, kami berkomitmen dalam menghadirkan layanan kesehatan yang profesional, terstandar, dan berkelanjutan bagi warga binaan, sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara menyeluruh,"tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, dr. Dita Ratnasuri, menuturkan bahwa, penguatan layanan HIV dan IMS di berbagai fasilitas kesehatan, termasuk di lingkungan pemasyarakatan, menjadi bagian penting dalam upaya pengendalian penyakit menular di masyarakat.
"Kegiatan orientasi ini bertujuan memastikan seluruh fasyankes memiliki pemahaman yang sama dalam memberikan layanan yang komprehensif, mulai dari skrining, diagnosis, pengobatan hingga pendampingan pasien,"tutur dr. Dita.
Pihaknya berharap, melalui orientasi ini, tenaga kesehatan di setiap fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk di rutan, mampu memberikan layanan HIV dan IMS secara lebih optimal, terstandar, dan berkesinambungan.
"Dengan demikian, upaya pencegahan serta pengendalian penularan dapat berjalan lebih efektif,” tukasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)