Details Foto


Dinsos-P2KB Penuhi Kebutuhan Pengungsi Pascajebolnya Tanggul Pabean

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2026-04-13 ]

Dinsos-P2KB Penuhi Kebutuhan Pengungsi Pascajebolnya Tanggul Pabean

Kota Pekalongan – Jebolnya tanggul di kawasan Pabean pada Jumat (27/3) akibat hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung sejak siang hingga dini hari mengakibatkan air meluap ke permukiman warga. Dampak kejadian tersebut mengharuskan ratusan warga di wilayah terdampak, khususnya di Kelurahan Pasir Kraton Kramat, mengungsi ke sejumlah titik aman di Kota Pekalongan.

Menanggapi kondisi tersebut, Dinsos-P2KB Kota Pekalongan bergerak cepat dalam memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi. Kepala Dinsos-P2KB Kota Pekalongan, Yos Rosidi melalui Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial setempat, Wildan Zuhad saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (30/3/2026) menyampaikan bahwa pihaknya fokus pada pelayanan pengungsi sejak awal kejadian.

Ia menjelaskan, jumlah pengungsi terus bertambah dari hari ke hari. Pada Jumat (27/3), pengungsi tercatat sebanyak 45 jiwa yang berada di Kantor Eks Kraton Kidul. Selanjutnya pada Sabtu (28/3), jumlah pengungsi meningkat dan mulai tersebar ke lokasi lain, termasuk Kantor Kelurahan Pasir Kraton Kramat.

Memasuki Minggu (29/3), jumlah pengungsi kembali bertambah dengan dibukanya titik pengungsian tambahan di TPQ Madinatul Ulum dan Kantor Kecamatan Pekalongan Barat. Hingga Minggu sore, total pengungsi mencapai 254 jiwa yang tersebar di empat titik pengungsian.

Dalam penanganan ini, pihaknya memastikan pemenuhan kebutuhan konsumsi bagi pengungsi maupun relawan yang terlibat dalam penanganan tanggul jebol. “Kebutuhan makan pengungsi kami support, termasuk relawan yang kerja bakti penanganan tanggul. Pada Minggu, kami menyalurkan 749 porsi makanan,” jelasnya.

Selain kebutuhan logistik, aspek kesehatan juga menjadi perhatian. Dinsos-P2KB berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk melakukan pemantauan kondisi pengungsi di setiap lokasi. “Untuk obat-obatan kami koordinasikan dengan Dinas Kesehatan agar seluruh titik pengungsian dipantau. Kami juga meminta pihak kelurahan mendata kategori usia pengungsi,” tutupnya.

(Tim Liputan Dinkominfo/dea)