Details Foto


Edukasi Intensif Berhasil Kurangi Balon Liar di Kecamatan Pekalongan Selatan Saat Syawalan 2026

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2026-04-13 ]

Edukasi Intensif Berhasil Kurangi Balon Liar di Kecamatan Pekalongan Selatan Saat Syawalan 2026

Kota Pekalongan – Upaya preventif yang dilakukan Pemerintah Kecamatan Pekalongan Selatan bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait serta unsur TNI-Polri membuahkan hasil positif dalam menekan angka penerbangan balon liar dan penggunaan petasan selama perayaan Syawalan 2026.

Berdasarkan hasil operasi lapangan, jumlah temuan balon liar mengalami penurunan signifikan. Jika pada tahun sebelumnya ditemukan sekitar 20 balon liar, pada tahun ini jumlahnya turun drastis menjadi hanya 6 balon. Sebelumnya sejumlah masyarakat setempat juga telah menyerahkan balon liar secara sukarela kepada pihak berwajib.

Camat Pekalongan Selatan, Sumadi, menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil dari koordinasi yang dilakukan sejak dini. “Penurunan ini tidak lepas dari upaya sosialisasi yang kami lakukan secara intensif, baik melalui pendekatan ke sekolah-sekolah maupun kepada para orang tua,” jelasnya.

Langkah tersebut diwujudkan melalui sosialisasi door-to-door ke sejumlah sekolah menengah atas, serta pemberian imbauan kepada para wali murid.

Selain upaya pencegahan, pada puncak perayaan Syawalan, tim gabungan juga melaksanakan apel siaga sejak pukul 05.00 WIB dan melakukan penyisiran di enam kelurahan guna memastikan tidak adanya aktivitas penerbangan balon liar yang berpotensi membahayakan keselamatan penerbangan maupun jaringan listrik.

Sumadi turut mengapresiasi peran aktif tokoh masyarakat dan aparat penegak hukum yang telah bersinergi dalam memberikan edukasi secara persuasif kepada anak-anak dan remaja. “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung upaya ini. Harapannya, kesadaran masyarakat untuk tidak lagi menerbangkan balon liar dan menyalakan petasan terus meningkat,” tambahnya.

Ia berharap kesadaran masyarakat untuk meninggalkan tradisi balon liar dan petasan terus meningkat setiap tahunnya, demi menjaga kondusivitas serta keamanan bersama di wilayah Pekalongan.

(Tim Liputan Dinkominfo/dea)