Details Foto


DPUPR Kota Pekalongan Lakukan Penanganan Cepat Tanggul Jebol Pabean

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2026-04-13 ]

DPUPR Kota Pekalongan Lakukan Penanganan Cepat Tanggul Jebol Pabean

Kota Pekalongan – Tanggul di wilayah Pabean dilaporkan jebol akibat tingginya intensitas hujan yang terjadi sejak pukul 24.00 hingga 04.00 WIB, Kamis (26/3/2026). Peristiwa ini mengakibatkan air meluap dan berdampak pada wilayah perbatasan antara Kota Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan.

Kepala DPUPR Kota Pekalongan, Khaerudin menerangkan bahwa pihaknya bersama tim telah berada di lokasi untuk melakukan penanganan awal. Berdasarkan hasil pemantauan, panjang tanggul yang jebol diperkirakan sekitar 15 meter.

“Kami bersama tim sudah berada di lokasi. Untuk penanganan, kami sudah berkoordinasi dengan DPUPR Provinsi Jawa Tengah melalui PSDA Pemali Comal, serta DPUPR Kabupaten Pekalongan,” terangnya.

Ia menjelaskan, titik tanggul yang jebol secara administratif berada di Desa Tegaldowo, Kabupaten Pekalongan. Namun demikian, dampaknya turut dirasakan hingga Kampung Pasir Sari, Kelurahan Pasir Kraton Kramat, Kota Pekalongan.

Dalam penanganan darurat ini, masing-masing pihak telah berbagi peran. DPUPR Kota Pekalongan menyiapkan sandbag (karung pasir), sementara dukungan juga diberikan oleh pemerintah kabupaten dan provinsi.

“Kami sudah menyiapkan sandbag dan tim sudah turun ke lapangan. Kebutuhannya cukup banyak, kemungkinan sekitar 5.000 buah. Sebagian akan dibantu dari Kabupaten, dan dari Provinsi sudah menyiapkan kayu dolken serta kayu sesek. Pelaksanaan penanganan kemungkinan dilakukan setelah dhuhur, setelah material siap di lokasi,” jelasnya.

Wilayah terdampak meliputi Desa Tegaldowo, Kabupaten Pekalongan, serta Kampung Pasir Sari, Kelurahan Pasir Kraton Kramat, Kota Pekalongan.

Selain itu, upaya pengendalian air juga dilakukan dengan melakukan kesiapsiagaan pengoperasian stasiun pompa. Terdapat enam stasiun pompa yang aktif di wilayah tersebut, meliputi Pompa Pabean Selatan, Pompa Pasir Sari, Pompa PKK, Pompa Sultan Syahrir, serta Pompa Randujajar Utara dan Randujajar Selatan.

“Enam pompa sudah standby dan disiagakan, sehingga apabila sewaktu-waktu keadaan membutuhkan operasional segera sudah siap, petugasnya juga sudah siap,” tandasnya.

Pihaknya memastikan penanganan darurat akan terus dilakukan secara maksimal melalui koordinasi lintas instansi. Lebih lanjut, masyarakat diimbau untuk tenang dan tetap waspada.

(Tim Liputan Dinkominfo/dea)