[ 2026-04-13 ]
Cegah Korban Berulang, Warga Pekalongan Serahkan Bahan Petasan Usai Video Ledakan Viral
Kota Pekalongan — Kesadaran warga Kelurahan Kuripan Kertoharjo, Kecamatan Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan meningkat setelah beredarnya video korban ledakan petasan yang menewaskan satu orang dan melukai dua lainnya. Peristiwa tersebut mendorong warga untuk secara sukarela menyerahkan balon udara serta bahan petasan kepada pihak kepolisian.
Penyerahan dilakukan pada Selasa (24/3/2026) sekitar pukul 16.30 WIB oleh perwakilan warga RT 01 RW 03 yang dipimpin Ketua RT setempat. Barang-barang tersebut diterima langsung oleh Bhabinkamtibmas Kelurahan Kuripan Kertoharjo, Bripka Seno AW, bersama Kanit Reskrim Polsek Pekalongan Selatan.
Kapolsek Pekalongan Selatan, Kompol Aries Tri Hartanto, menyampaikan apresiasi atas langkah cepat warga dalam merespons potensi bahaya yang ada.
Menurutnya, inisiatif tersebut berawal dari upaya Bripka Seno yang membagikan video korban ledakan petasan ke grup komunikasi Ketua RT dan RW. Tayangan itu kemudian memicu kekhawatiran warga hingga akhirnya muncul kesepakatan untuk menyerahkan bahan berbahaya tersebut.
“Balon udara dan petasan ini sebelumnya direncanakan akan diterbangkan saat momen Syawalan. Namun karena mempertimbangkan risiko yang cukup besar, warga memutuskan untuk tidak melanjutkan rencana tersebut,” jelas Kompol Aries.
Barang yang diserahkan terdiri dari dua balon udara plastik berukuran besar, 44 selongsong petasan kosong dari berbagai ukuran, serta bahan campuran petasan berupa serbuk belerang dan bubuk kimia lain dengan berat sekitar setengah kilogram.
Ia menegaskan, bahan tersebut memiliki tingkat bahaya tinggi apabila terjadi kesalahan dalam proses peracikan, karena berpotensi menimbulkan ledakan.
“Ini merupakan bentuk kesadaran masyarakat yang patut diapresiasi. Kami mengimbau warga agar tidak lagi membuat atau menggunakan petasan, serta tidak menerbangkan balon udara sembarangan karena dapat membahayakan,” ujarnya.
Seluruh barang yang telah diserahkan kini diamankan oleh pihak kepolisian untuk selanjutnya dimusnahkan sesuai prosedur yang berlaku.
Kapolsek berharap langkah ini dapat menjadi contoh bagi masyarakat lain agar lebih mengutamakan keselamatan dan mencegah terjadinya korban jiwa akibat ledakan petasan.
Sementara itu, Ketua RT 01 RW 03, Irwandi, mengatakan bahwa penyerahan tersebut dilakukan bersama perwakilan warga dan pemuda sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
Ia menyebut, langkah tersebut diambil untuk mengantisipasi kejadian serupa seperti ledakan petasan yang terjadi pada Senin (23/3/2026).
“Ini bagian dari upaya kami menjaga keselamatan bersama, sekaligus menghindari risiko kebakaran maupun ledakan yang bisa mengancam jiwa,” katanya.
Irwandi juga mengajak masyarakat untuk mulai meninggalkan tradisi yang berpotensi menimbulkan bahaya, dan beralih ke kegiatan yang lebih aman serta memberikan manfaat.
(Tim Liputan Dinkominfo/dea)