[ 2026-03-03 ]
Kolaborasi Strategis SKB-BBPMP Jateng Tingkatkan Mutu Layanan Pendidikan Nonformal
Kota Pekalongan — Satuan Pendidikan Nonformal Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Pekalongan menerima kunjungan koordinasi dari Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Tengah dalam rangka penguatan pembelajaran dan pengembangan program pendidikan nonformal, Kamis (26/2/2026) di SKB Kota Pekalongan. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala BBPMP Provinsi Jawa Tengah, Nugraheni Triastuti, serta jajaran pimpinan dan pendidik SKB Kota Pekalongan.
Kepala SKB Kota Pekalongan, Lisa Anggraeni, menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. “Kami menyambut baik dan merasa terhormat atas kunjungan dari pimpinan Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan Jawa Tengah ke SKB Kota Pekalongan. Kehadiran ini menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan komitmen kami dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan nonformal,” ujarnya.
Menurutnya, kunjungan ini menjadi motivasi bagi seluruh pendidik dan tenaga kependidikan untuk terus menghadirkan layanan yang adaptif, inklusif, serta relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Dalam diskusi tersebut, ia mengungkapkan bahwa saat ini BBPMP Jawa Tengah tidak lagi berfokus semata pada jalur formal. Pendidikan nonformal memiliki peran strategis dalam memperluas akses belajar, termasuk memastikan layanan inklusif menjangkau program kesetaraan.
Konsep inklusi tidak berhenti pada penerimaan peserta didik. Lebih dari itu, proses pembelajaran harus dirancang secara adaptif sesuai kebutuhan individu, meliputi pelaksanaan asesmen awal, modifikasi strategi pembelajaran, pendampingan berkelanjutan, dan evaluasi yang berkeadilan.
Selain penguatan pembelajaran, dikatakan Lisa bahwa SKB juga diarahkan untuk mengintegrasikan pendidikan dengan program pemberdayaan masyarakat. Artinya, layanan tidak hanya berorientasi pada perolehan ijazah kesetaraan, tetapi juga pada penguatan kecakapan hidup (life skills), keterampilan vokasional, dan kemandirian warga belajar. “Pendidikan kesetaraan perlu selaras dengan kebutuhan sosial dan ekonomi masyarakat, sehingga lulusan memiliki bekal yang aplikatif dan berdaya saing,” katanya.
Menurut Lisa, penguatan tata kelola lembaga, peningkatan kompetensi pendidik, serta kolaborasi lintas sektor menjadi poin penting sebagai langkah pengembangan SKB ke depan.
Ia menambahkan dalam implementasinya, SKB Kota Pekalongan telah mengatur layanan pembelajaran adaptif, pagi hari Program Paket A inklusi dan Paket A reguler, sore hari Program Paket B dan Paket C.
Pengaturan ini dilakukan agar pendampingan lebih terfokus, pengelolaan kelas lebih efektif, serta kebutuhan belajar masing-masing kelompok dapat terfasilitasi secara optimal. Evaluasi berkala juga dilaksanakan untuk memastikan pembelajaran berjalan sesuai prinsip diferensiasi dan keadilan akses.
Ke depan, SKB Kota Pekalongan berharap kolaborasi dan pendampingan dari BBPMP Jawa Tengah dapat terus berkelanjutan. “Semoga semakin kuat dukungan kebijakan, peningkatan kapasitas pendidik, serta penguatan sarana prasarana, sehingga pendidikan nonformal benar-benar menjadi ruang kesempatan kedua yang bermutu, setara, dan memberdayakan,” pungkasnya.
(Tim Liputan Dinkominfo/dea)