[ 2026-03-03 ]
Dinas Kesehatan Lakukan Sidak, Pastikan SOP dan Keamanan Pangan SPPG Terjaga
Kota Pekalongan - Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Kesehatan terus memperkuat pengawasan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi. Langkah ini dilakukan guna memastikan penerapan standar operasional prosedur (SOP), keamanan pangan, serta mutu gizi tetap terjaga secara konsisten.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Puji Winarti melalui Sanitarian Muda Dinas Kesehatan, Maysaroh menjelaskan, inspeksi dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya agar tim dapat melihat secara langsung sejauh mana standar pengelolaan pangan dijalankan di lapangan.
Dari hasil inspeksi, secara umum pengelolaan makanan di SPPG dinilai baik. Kebersihan area produksi terjaga, peralatan yang digunakan telah memenuhi standar food grade, serta prosedur pengolahan pangan dilaksanakan sesuai ketentuan. “Alat-alat makanan semuanya food grade. Adapun temuan yang ada sifatnya tidak signifikan terhadap keamanan pangan,” ujarnya saat ditemui pada kegiatan tersebut, Rabu (25/2/2026).
Pengawasan ini tidak berhenti pada satu kali kegiatan. Dinas Kesehatan menargetkan inspeksi rutin dan berkala terhadap seluruh SPPG yang ada. Pada awal tahun ini, sebanyak 21 SPPG menjadi prioritas inspeksi dan ditargetkan rampung dalam bulan ini. “Untuk sidak SPPG akan kita lakukan secara rutin dan berkala. Targetnya setiap SPPG akan kita inspeksi dalam setahun,” tambahnya.
Ia menuturkan bahwa keamanan pangan merupakan prioritas utama. Makanan dengan kandungan gizi baik sekalipun tidak akan memberikan manfaat optimal jika tidak memenuhi standar keamanan. “Karena bagaimanapun juga keamanan pangan adalah prioritas. Makanan yang tidak aman walaupun disiapkan dengan nilai gizi yang baik tidak akan bisa mencapai tujuan yang diinginkan. Jadi kami memantau selain standar keamanan pangannya, juga standar gizi makanannya,” tuturnya.
Salah satu SPPG yang telah menjalani inspeksi adalah SPPG Kuripan Yosorejo 2. Kepala SPPG Kuripan Yosorejo 2, Muhammad Taufik Hidayatullah, menjelaskan bahwa saat ini pihaknya memproduksi 2.162 porsi makanan per hari.
Jumlah tersebut diperuntukkan bagi delapan sekolah yang terdiri dari jenjang PAUD, TK/KB, SD, SMP, hingga SMA/SMK. Selain itu, SPPG juga melayani kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, serta balita non-PAUD. “Saat ini kita memproduksi 2.162 porsi untuk delapan sekolah. Kami juga sudah melayani kelompok 3B, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD,” katanya.
Dalam menjaga mutu hasil produksi, pihak SPPG menerapkan seleksi ketat terhadap bahan baku. Buah yang digunakan dipastikan grade A, sementara sayuran tidak hanya disortir oleh pemasok, tetapi juga disortir ulang di lokasi produksi.
Untuk menjaga kesegaran dan keamanan bahan pangan, SPPG menerapkan standar penyimpanan sesuai ketentuan suhu. “Setelah dicuci, bahan ditempatkan di gudang basah dengan suhu chiller di bawah 4 derajat Celsius. Untuk bahan baku daging, kita simpan di suhu minus 19 derajat,” tandasnya.
Seluruh peralatan yang digunakan berbahan stainless steel guna menjamin higienitas dan keamanan pangan selama proses produksi.
Atas konsistensi dalam menjaga standar mutu dan pelayanan, SPPG Kuripan Yosorejo 2 memperoleh apresiasi sebagai SPPG terbaik yang dipilih oleh deputi terkait di Badan Gizi Nasional (BGN) RI. Prestasi ini menjadi bukti komitmen SPPG dalam menghadirkan layanan pemenuhan gizi yang aman, berkualitas, dan tepat sasaran.
(Tim Liputan Dinkominfo/dea)