[ 2026-02-26 ]
DPUPR Kota Pekalongan Gerak Cepat Tangani Kerusakan Jalan Gatot Subroto
Kota Pekalongan – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) setempat bergerak cepat menangani kerusakan di Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Banyurip, Kecamatan Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan. Ruas jalan yang menjadi salah satu akses vital penghubung pusat Kota Pekalongan hingga perbatasan Kabupaten Pekalongan tersebut belakangan dikeluhkan masyarakat karena banyaknya lubang yang membahayakan pengguna jalan.
Kepala DPUPR Kota Pekalongan, Khaerudin, menegaskan bahwa, perbaikan Jalan Gatot Subroto menjadi perhatian dan prioritas DPUPR Kota Pekalongan. Informasi terkait kerusakan jalan tersebut diterima dari berbagai saluran, baik laporan langsung masyarakat maupun melalui media sosial yang sempat viral.
“Untuk perbaikan Jalan Gatot Subroto ini memang menjadi perhatian dan prioritas kami. Kami mendapatkan informasi dari masyarakat melalui media sosial maupun laporan langsung ke DPUPR. Jadi, ini langsung kami tindak lanjuti,” ujar Khaerudin saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Rabu (25/2/2026).
Ia menjelaskan, upaya perbaikan sebenarnya telah dimulai sejak sekitar dua hingga tiga minggu lalu. Saat itu, DPUPR melakukan pengisian lubang-lubang besar menggunakan Lapis Pondasi Agregat (LPA) atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai sirtu yang dicampur dengan pecahan batu, kemudian dipadatkan sebelum dilapisi aspal.
Namun, kondisi cuaca yang belum kondusif menjadi kendala utama. Hujan deras yang sempat terjadi bahkan menyebabkan genangan hingga banjir, sehingga material yang telah dihamparkan menjadi rusak dan hanyut.
“Waktu itu setelah dua hari kami isi LPA, terjadi hujan besar dan banjir, sehingga material banyak yang kacau dan hilang. Lubang kembali muncul. Ini memang sangat bergantung pada kondisi cuaca,” jelasnya.
Memasuki beberapa hari terakhir, cuaca dinilai lebih kondusif sehingga pekerjaan kembali dilanjutkan. Dropping material telah dimulai pada hari Minggu, kemudian dilanjutkan dengan pengisian kembali LPA pada hari Senin. Tahapan berikutnya adalah pemadatan dan pelapisan aspal di atasnya.
Penanganan dilakukan menyeluruh sepanjang Jalan Gatot Subroto, mulai dari perempatan traffic light Bendo hingga perbatasan selatan dengan Kabupaten Pekalongan. Namun, untuk titik kerusakan terparah yang berada di depan pasar Banyurip, DPUPR akan melakukan perlakuan khusus.
“Untuk yang di depan pasar, tidak hanya tambal sulam. Kami akan tambahkan lapisan aspal setebal 4 cm dengan lebar 8 meter dan panjang kurang lebih 130 meter. Ini memang di titik yang kerusakannya sangat parah dan cukup mengganggu pengguna jalan,” ungkap Khaerudin.
Ia menambahkan, dari hasil peninjauan langsung di lapangan, lubang di titik tersebut cukup dalam dan berukuran besar sehingga berpotensi membahayakan pengendara, terutama saat malam hari atau saat hujan.
Terkait target penyelesaian, Khaerudin memperkirakan pekerjaan dapat rampung dalam waktu sekitar satu minggu hingga sepuluh hari, dengan catatan kondisi cuaca tetap mendukung.
“Semoga kalau cuaca kondusif, sekitar seminggu sampai sepuluh hari bisa selesai. Tapi memang sangat bergantung pada cuaca. Kalau hujan besar dan banjir lagi, tentu progres bisa kembali mundur,” terangnya.
Dari sisi anggaran, perbaikan ruas sepanjang 130 meter dengan lebar 8 meter tersebut diperkirakan membutuhkan dana sekitar Rp200 juta yang bersumber dari APBD Kota Pekalongan. Sementara untuk titik-titik lain yang kerusakannya tidak terlalu berat, akan dilakukan penambalan menggunakan metode pengisian LPA dan pelapisan aspal, dengan anggaran di luar Rp200 juta tersebut yang akan disesuaikan kebutuhan di lapangan.
Khaerudin juga menjelaskan bahwa, keterbatasan anggaran menjadi pertimbangan utama dalam menentukan skala prioritas perbaikan. Total anggaran pemeliharaan jalan yang dimiliki DPUPR Kota Pekalongan tahun ini sekitar Rp3,5 miliar dan harus mencukupi untuk seluruh kebutuhan perbaikan jalan hingga akhir tahun anggaran.
“Kenapa tidak sekalian dibaguskan semua? Karena memang anggaran kami terbatas, sementara harus cukup sampai akhir tahun. Jadi kami sangat berhati-hati dalam membagi dan menggunakan anggaran di lapangan,” tegasnya.
Melalui langkah percepatan ini, pihaknya berharap kondisi Jalan Gatot Subroto kembali aman dan nyaman dilalui masyarakat, serta dapat meminimalisir risiko kecelakaan akibat jalan berlubang, terutama di musim penghujan.
" Kami juga mengimbau masyarakat untuk terus aktif melaporkan kerusakan infrastruktur agar dapat segera ditindaklanjuti,"tukasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)