Details Foto


Perkuat Literasi Digital Pemuda, Dinarpus-TBM Cerdas Kuripan Kertoharjo Luncurkan Aplikasi Pandawa

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2026-02-26 ]

Perkuat Literasi Digital Pemuda, Dinarpus-TBM Cerdas Kuripan Kertoharjo Luncurkan Aplikasi Pandawa

Kota Pekalongan – Upaya memperkuat budaya literasi di kalangan generasi muda terus digencarkan. Melalui kegiatan Peningkatan Kapasitas Literasi Digital Bagi Pemuda dan Pelajar, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinarpus) berkolaborasi dengan Taman Baca Masyarakat (TBM) Cerdas Kuripan Kertoharjo menghadirkan pelatihan literasi digital sekaligus meluncurkan aplikasi inovatif “Pandawa” untuk mendukung tata kelola perpustakaan yang lebih transparan dan modern, berlangsung di Perpusda Kota Pekalongan, Minggu (22/2/2026).

Kegiatan ini mendapat apresiasi langsung dari Bunda Literasi Kota Pekalongan, Inggit Soraya. Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada Dinarpus dan TBM Cerdas atas kolaborasi yang terjalin. “Saya berterima kasih dan mengapresiasi kegiatan hari ini. Terima kasih kepada Dinarpus dan TBM Cerdas yang sudah berkolaborasi untuk peningkatan kapasitas pemuda agar di era digital menjadi anak-anak yang literat,” ujarnya.

Ia mengungkapkan bahwa di tengah derasnya arus informasi digital, generasi muda tidak hanya dituntut mahir menggunakan teknologi, tetapi juga harus memiliki kemampuan literasi yang baik. “Di zaman digital kita harus hati-hati. Informasi begitu mudah didapat, namun ada hoaks, manipulasi, dan informasi yang tidak benar. Karena itu, pemuda harus mampu memilah dan memilih informasi secara bijak,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, turut diluncurkan aplikasi Pandawa, sebuah inovasi digital yang diinisiasi oleh anak-anak muda untuk mendukung pendataan perpustakaan agar lebih tertata dan transparan.

Menurutnya, aplikasi ini akan menjadi jembatan penghubung antara perpustakaan masyarakat Kota Pekalongan dengan perpustakaan daerah. Dengan sistem yang terintegrasi, masyarakat diharapkan lebih mudah mengakses informasi serta mengetahui ketersediaan koleksi secara terbuka. “Aplikasi ini sangat bagus untuk pendataan perpustakaan agar lebih baik dan transparan. Semoga bermanfaat dan sesuai harapan kita untuk menciptakan pemuda yang tidak hanya mahir digital, tetapi juga literat,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinarpus Kota Pekalongan, Gufron Faza mengatakan bahwa kegiatan ini terselenggara atas kolaborasi yang baik antara perpustakaan daerah dan masyarakat, dengan dukungan berbagai pemangku kepentingan. “Kami berharap masyarakat, terutama pemuda dan pelajar, dapat mempelajari literasi digital dengan baik. Mereka harus mampu mencari informasi, kemudian memilih dan memilah mana informasi yang benar dan mana yang harus ditinggalkan,” katanya.

Ia menuturkan, program ini secara khusus melibatkan pemuda dari unsur mahasiswa sebagai bagian dari upaya membangun agen-agen literasi di lingkungan masyarakat.

Sementara itu, Ketua Yayasan TBM Cerdas Kuripan Kertoharjo, Nasrudin Latif menyampaikan apresiasi atas dukungan Bunda Literasi dan Dinarpus terhadap berbagai program literasi di TBM. “Ramadan ini kami memiliki program menulis resensi maupun sinopsis karya atau cerita yang berkaitan dengan Kota Pekalongan. Literasi menjadi sesuatu yang baru bagi perpustakaan kami, baik bagi pustakawan maupun masyarakat,” tuturnya.

Ia berharap kegiatan peningkatan kapasitas literasi digital ini tidak berhenti pada satu momentum saja, melainkan dapat ditindaklanjuti dengan program-program berkelanjutan yang semakin memperkuat budaya literasi di Kota Pekalongan.

Melalui kolaborasi ini, diharapkan lahir generasi muda Kota Pekalongan yang tidak hanya cakap secara teknologi, tetapi juga kritis, bijak, dan bertanggung jawab dalam menyikapi informasi di era digital.

(Tim Liputan Dinkominfo/Dea/Arfian)