Details Foto


Edukasi Warga Pasca Penataan, Bugisan Fokus Rawat Infrastruktur dan Kelola Sampah Mandiri

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2026-02-26 ]

Edukasi Warga Pasca Penataan, Bugisan Fokus Rawat Infrastruktur dan Kelola Sampah Mandiri

Kota Pekalongan – Pasca keberhasilan penataan kawasan melalui program Konsolidasi Tanah dan DAK Integrasi, tantangan utama warga Kampung Bugisan kini beralih pada upaya pemeliharaan lingkungan yang telah terbangun. Keberlanjutan hasil penataan dinilai sangat bergantung pada kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan serta keandalan infrastruktur pengendali banjir.

Para pengurus lingkungan setempat secara intensif melakukan edukasi kepada warga, termasuk anak-anak, untuk tidak membuang sampah sembarangan. Langkah ini dinilai penting guna memastikan sistem drainase tetap berfungsi optimal dan tidak mengalami penyumbatan yang dapat mengganggu kinerja pompa air.

Ketua RT 4 Bugisan, Rukyatno, mengatakan bahwa keberadaan mesin pompa merupakan jantung pertahanan kampung dari ancaman banjir. Menurutnya, infrastruktur yang telah dibangun akan sia-sia apabila tidak diiringi dengan kepedulian masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Mesin pompa ini adalah benteng utama kampung kami. Kalau saluran tersumbat sampah dan pompa mengalami kerusakan, maka kawasan ini berisiko kembali terendam banjir. Karena itu, edukasi kepada warga menjadi kunci,” katanya.

Ia menambahkan, pengelolaan sampah kini dilakukan secara mandiri melalui Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R). Sistem ini memungkinkan warga memilah dan mengolah sampah sejak dari sumbernya, sehingga volume sampah yang masuk ke saluran air dapat ditekan secara signifikan.

Ia mengaku bersyukur karena saat ini Kampung Bugisan tidak lagi dipandang sebelah mata setelah berhasil keluar dari status kawasan kumuh. Perubahan wajah kampung yang lebih tertata dan bersih menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah dan masyarakat.

Ke depan, ia berharap keberhasilan penataan di Kampung Bugisan dapat diadopsi dan dilaksanakan secara berkesinambungan di wilayah lain seperti Bremi dan Meduri. Upaya tersebut dinilai penting untuk mendukung terwujudnya Kota Pekalongan yang benar-benar bebas dari permukiman kumuh.

(Tim Liputan Dinkominfo/dea)