[ 2026-02-26 ]
Penataan Lingkungan Sukses, Warga Bugisan Wujudkan Kemandirian Pangan
Kota Pekalongan - Kampung Bugisan yang dulunya dikenal kumuh dan terendam banjir rob selama bertahun-tahun, kini bertransformasi menjadi kampung mandiri pangan. Keberhasilan penataan lingkungan melalui program Konsolidasi Tanah tidak hanya membebaskan ratusan rumah warga dari genangan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru melalui optimalisasi lahan.
Setelah infrastruktur lingkungan tertata, warga mulai memanfaatkan ruang-ruang kosong untuk kegiatan produktif berbasis Reforma Agraria. Lahan yang sebelumnya terbengkalai kini disulap menjadi kolam budidaya ikan serta area penghijauan yang menopang kebutuhan pangan sehari-hari.
Ketua RW Bugisan, Slamet Mulyono, mengatakan bahwa perubahan wajah kampung tidak berhenti pada penataan fisik saja. "Setelah infrastruktur tertata, kami bersama warga sepakat untuk fokus pada kemandirian pangan. Setiap sudut lahan kosong kami manfaatkan agar bisa memberikan nilai ekonomi dan manfaat langsung bagi keluarga,” katanya.
Saat ini, sedikitnya tiga titik kolam budidaya ikan lele dan nila telah beroperasi di wilayah RT 2, RT 4, dan RT 5. Program tersebut dikelola secara kolektif berbasis RT sehingga pembagian tugas dan hasil dapat berjalan merata.
Selain budidaya perikanan, gerakan penghijauan juga dilakukan secara masif. Warga menanam berbagai jenis sayuran di teras rumah masing-masing, seperti cabai, kangkung, bayam, dan tomat. Hasil panen dimanfaatkan untuk konsumsi dapur sehari-hari, sehingga membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga.
Slamet mengungkapkan, manfaat program ini sudah mulai dirasakan warga. Hasil budidaya ikan dan sayuran tidak hanya memenuhi kebutuhan konsumsi keluarga, tetapi juga berpotensi menambah pendapatan apabila dikelola secara berkelanjutan.
Program ini turut mendapat dukungan berupa bantuan bibit dari pemerintah. Dengan pengelolaan yang berbasis gotong royong dan partisipasi aktif masyarakat, Kampung Bugisan membuktikan bahwa wilayah pesisir yang sebelumnya terisolasi akibat bencana rob dapat bangkit menjadi kawasan produktif.
Transformasi Bugisan menjadi contoh bahwa penataan lingkungan yang terintegrasi dengan pemberdayaan masyarakat mampu menciptakan ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga.
(Tim Liputan Dinkominfo/dea)