[ 2026-02-26 ]
Dorong Keluarga Berkualitas, Pemkot-Muslimat NU Gelar Pelayanan KB Gratis
Kota Pekalongan — Sebagai upaya untuk meningkatkan akses terhadap layanan KB dan mendorong terwujudnya keluarga yang berkualitas, Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinsos-P2KB setempat menggandeng Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) melaksanakan pelayanan KB serentak gratis dalam memperingati Bulan Bhakti Harlah Muslimat NU, pada 10-11 Februari 2026 di sejumlah fasilitas kesehatan setempat.
Pelaksanaan pelayanan KB gratis ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat karena memberikan akses layanan secara mudah dan tanpa biaya.
Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Kabid P2KB) Kota Pekalongan, Suprobo saat monitoring kegiatan tersebut di Puskemas Medono, Selasa (10/2/2026) mengatakan bahwa pelayanan KB tersebut tersebar di empat kecamatan dengan melibatkan puskesmas dan praktik mandiri bidan (PMB). “Pelayanan ini dilaksanakan di Kecamatan Pekalongan Barat, Timur, Utara, dan Selatan. Masing-masing kecamatan memiliki beberapa titik layanan,” katanya.
Dijelaskan Suprobo, terkait lokasi pelaksanaan untuk wilayah Kecamatan Pekalongan Barat di Puskesmas Medono, PMB Happy, dan PMB Bhakti Ibu, Kecamatan Pekalongan Timur di Puskesmas Noyontaan dan PMB Muryani, Kecamatan Pekalongan Utara di Puskesmas Dukuh dan PMB Dwi Hesti dan Kecamatan Pekalongan Selatan di Puskesmas Jenggot, PMB Tazkiroh, serta PMB Qurrrota Ayun.
Lebih lanjut, ia menyebutkan target sasaran pelayanan KB pada kegiatan ini, yakni 344 akseptor Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), 134 akseptor non-MKJP, serta 78 peserta KB pascapersalinan (KBPP). Jenis kontrasepsi yang dilayani antara lain IUD, implan, Metode Operasi Wanita (MOW), dan Metode Operasi Pria (MOP).
Suprobo menambahkan, tingginya minat masyarakat tidak lepas dari pelayanan yang diberikan secara gratis.“Antusias masyarakat sangat tinggi. Banyak yang berminat karena pelayanan ini gratis dan mudah dijangkau,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan ke depan dengan jangkauan yang lebih luas. “Harapannya, ke depan kita bisa melaksanakan pelayanan KB dengan lebih mudah dan mendapatkan akseptor yang lebih banyak untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk,” tambahnya.
Sementara itu, perwakilan Yayasan Kesejahteraan Muslimat NU, Nanik Fuad, menjelaskan bahwa pelayanan KB ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan peringatan Hari Lahir (Harlah) Muslimat NU yang berlangsung pada bulan Maret hingga April. “Dalam rangka harlah Muslimat NU, kami melaksanakan berbagai kegiatan, salah satunya pelayanan KB serentak. Target kami adalah mendapatkan calon akseptor sebanyak-banyaknya untuk membantu mengendalikan jumlah penduduk di Kota Pekalongan,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui perencanaan keluarga yang baik. “Respons masyarakat sangat baik, antusiasmenya tinggi, dan kami bersyukur kegiatan ini berjalan lancar,” tandasnya.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi masyarakat, pelayanan KB gratis ini diharapkan mampu memberikan dampak baik bagi pengendalian penduduk serta peningkatan kesejahteraan keluarga di Kota Pekalongan.
(Tim Liputan Dinkominfo/dea)