[ 2026-02-25 ]
Koperasi di Kota Pekalongan Harus Bangkit dan Jaga Kepercayaan Masyarakat
Kota Pekalongan – Ketua Umum Kospin Jasa Pekalongan, M. Andy Arslan Djunaid, menekankan pentingnya menjaga citra dan kepercayaan publik terhadap gerakan perkoperasian di Kota Pekalongan. Hal tersebut disampaikannya menyikapi adanya beberapa koperasi yang sempat mengalami permasalahan dalam beberapa waktu terakhir.
Menurutnya, dinamika dalam dunia koperasi merupakan hal yang tidak bisa dihindari. Namun demikian, ia berharap berbagai persoalan yang muncul dapat segera diselesaikan dengan baik agar tidak berdampak luas terhadap koperasi lain yang berjalan sehat dan profesional.
“Perkoperasian di Kota Pekalongan memang beberapa waktu yang lalu ada beberapa koperasi yang bermasalah. Mudah-mudahan masalahnya bisa cepat diselesaikan. Dari dinas terkait juga aktif untuk membantu menyelesaikan, karena koperasi itu pada saat ini butuh citra yang baik,” ujar Andy yang juga menjabat sebagai Pembina Koperasi Karyawan Kospin Jasa (Kokarja) usai menghadiri Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tutup Buku ke-44 Kokarja Tahun Buku 2025 di Kantor Pusdiklat Kospin Jasa Kota Pekalongan, baru-baru ini.
Ia menekankan bahwa, ketika ada satu koperasi yang bermasalah, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh koperasi tersebut, tetapi juga dapat memengaruhi persepsi masyarakat terhadap koperasi lain. Padahal, menurutnya, masih banyak koperasi di Kota Pekalongan yang dikelola secara baik, transparan, dan akuntabel.
“Ketika ada koperasi yang bermasalah, itu berpengaruh kepada koperasi yang lain. Padahal koperasi yang lain itu tidak ada masalah. Untuk itu, ke depan kita berharap di Kota Pekalongan ini khususnya semua koperasi itu bisa menjadi baik lagi,” tambahnya.
Andy menjelaskan bahwa, koperasi memiliki peran strategis dalam mendukung perekonomian masyarakat, khususnya sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Melalui koperasi, masyarakat dapat mengakses pembiayaan yang terjangkau, layanan simpan pinjam yang aman, serta berbagai program pemberdayaan ekonomi.
Ia juga mengapresiasi langkah dinas terkait di lingkungan Pemerintah Kota Pekalongan yang aktif melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap koperasi. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, pengurus koperasi, dan anggota menjadi kunci utama dalam menciptakan koperasi yang sehat dan berkelanjutan.
“Pembinaan harus terus dilakukan, baik dari sisi manajemen, tata kelola, maupun penguatan kapasitas sumber daya manusia. Transparansi dan akuntabilitas menjadi hal mutlak agar kepercayaan anggota tetap terjaga,” tegasnya.
Sementara itu, Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid atau yang akrab disapa Aaf, turut memberikan pernyataan terkait pentingnya kebangkitan koperasi di Kota Batik. Ia menegaskan bahwa, Pemerintah Kota Pekalongan berkomitmen mendukung pembenahan dan penguatan koperasi agar kembali menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan.
Menurutnya, koperasi merupakan soko guru perekonomian yang harus dijaga eksistensinya. Oleh karena itu, setiap permasalahan yang muncul harus disikapi secara bijak, transparan, dan sesuai regulasi yang berlaku agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
“Kami ingin koperasi di Kota Pekalongan bangkit dan semakin profesional. Kepercayaan masyarakat adalah modal utama. Pemerintah daerah melalui dinas terkait akan terus melakukan pembinaan dan pengawasan agar koperasi berjalan sesuai aturan dan prinsip tata kelola yang baik,” tutur Wali Kota Aaf.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap selektif dan aktif dalam mengawasi serta terlibat dalam kegiatan koperasi, terutama melalui forum Rapat Anggota Tahunan (RAT) sebagai pemegang kekuasaan tertinggi dalam koperasi.
“RAT harus menjadi ruang evaluasi dan transparansi. Anggota memiliki hak untuk mengetahui kondisi koperasinya. Dengan keterbukaan dan partisipasi aktif anggota, saya yakin koperasi di Kota Pekalongan akan semakin kuat dan dipercaya,” tambahnya.
Di tengah tantangan ekonomi yang dinamis, koperasi dinilai tetap memiliki peluang besar untuk tumbuh dan berkembang, asalkan dikelola secara profesional dan berlandaskan prinsip-prinsip koperasi. Ia menegaskan, kepercayaan masyarakat merupakan aset terbesar yang harus dijaga bersama.
"Dengan semangat kebersamaan, komitmen berbenah, serta dukungan pemerintah daerah, gerakan koperasi di Kota Pekalongan diharapkan kembali semakin solid dan mampu menjadi pilar penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,"pungkasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)