[ 2026-02-23 ]
BPS Kota Pekalongan Gelar FGD Standar Pelayanan Publik, Tampung Masukan Pengguna Layanan
Kota Pekalongan – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pekalongan terus berkomitmen meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menggelar Focus Group Discussion (FGD) Standar Pelayanan Publik yang berlangsung di Aula Kantor BPS Kota Pekalongan, Kamis (12/2/2026).
Kepala BPS Kota Pekalongan, Hayu Wuranti, di sela-sela kegiatan tersebut menjelaskan bahwa FGD ini merupakan agenda rutin tahunan yang bertujuan untuk menghimpun masukan langsung dari para pengguna layanan BPS.
“Setiap tahun kami menyelenggarakan FGD untuk membahas standar pelayanan publik. Kami ingin mendapatkan masukan dari para pengguna layanan BPS Kota Pekalongan, sehingga pelayanan yang kami berikan dapat terus ditingkatkan dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Hayu.
Menurutnya, partisipasi pengguna layanan sangat penting dalam proses evaluasi dan perbaikan standar pelayanan. Melalui forum diskusi ini, BPS membuka ruang dialog agar masyarakat dapat menyampaikan saran, kritik, maupun insight yang konstruktif.
Adapun peserta yang diundang dalam FGD tersebut berasal dari berbagai unsur, mulai dari akademisi, perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), tokoh masyarakat, hingga insan pers.
“Kami mengundang unsur akademisi, OPD sebagai pengguna layanan, LSM, tokoh masyarakat, serta wartawan. Mereka merupakan pengguna layanan BPS, sehingga kami berharap mendapatkan masukan yang beragam dan komprehensif,” jelasnya.
Dalam diskusi tersebut, sejumlah layanan BPS menjadi fokus pembahasan. Hayu menyebutkan bahwa BPS setiap tahun juga melaksanakan Survei Kebutuhan Data (SKD) untuk mengetahui kebutuhan dan tingkat kepuasan pengguna data statistik.
“Dari Survei Kebutuhan Data, kami menerima banyak masukan. Melalui FGD ini, kami ingin mendiskusikan lebih dalam terkait layanan-layanan yang kami miliki, seperti layanan perpustakaan, konsultasi, dan layanan rekomendasi metadata statistik,” paparnya.
Ia menegaskan bahwa, seluruh masukan yang diperoleh dalam FGD tidak berhenti pada forum diskusi semata, melainkan akan dijadikan bahan evaluasi untuk penyempurnaan standar pelayanan.
“Nanti dari saran dan masukan ini akan kami gunakan untuk memperbaiki standar pelayanan yang sudah kami tetapkan. Jika ada hal-hal yang perlu disempurnakan, itu akan menjadi bahan evaluasi kami agar pelayanan publik di BPS Kota Pekalongan semakin baik,” tegasnya.
Dengan terselenggaranya FGD ini, pihaknya berharap dapat mewujudkan pelayanan publik yang lebih responsif, transparan, dan akuntabel, sejalan dengan prinsip reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas layanan berbasis kebutuhan pengguna.
"Melalui sinergi antara BPS dan para pemangku kepentingan, diharapkan data statistik yang dihasilkan tidak hanya berkualitas, tetapi juga semakin mudah diakses, relevan, dan bermanfaat bagi pembangunan Kota Pekalongan ke depan,"tukasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)