[ 2026-02-20 ]
Calhaj Kota Pekalongan 2026 Didominasi Usia Produktif, Termuda 14 Tahun dan Tertua 85 Tahun
Kota Pekalongan – Calon jemaah haji (Calhaj) asal Kota Pekalongan yang akan diberangkatkan pada musim haji Tahun 1447 Hijriyah/2026 Masehi menunjukkan keragaman usia yang cukup lebar. Dari total jemaah yang akan berangkat, tercatat jemaah termuda berusia 14 tahun dan jemaah tertua berusia 85 tahun.
Kepala Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Pekalongan, R. Antono, menyampaikan bahwa, hingga 31 Desember 2025, total jemaah haji yang terdaftar dalam daftar tunggu di Kota Pekalongan mencapai 8.950 orang. Sementara itu, untuk keberangkatan Tahun 1447 H/2026 M, Kota Pekalongan memperoleh kuota sebanyak 344 jemaah.
“Kuota keberangkatan jemaah haji Kota Pekalongan tahun 2026 ini sebanyak 345 orang terdiri dari 343 orang calon jemaah dan 2 orang Petugas Haji Daerah (PHD). Jumlah tersebut terdiri dari berbagai rentang usia, mulai dari usia remaja hingga lansia,” ujar R. Antono, usai menghadiri Manasik Haji Terintegrasi tingkat Kota Pekalongan Tahun 2026 di Hotel Dafam Kota Pekalongan, baru-baru ini.
Ia menjelaskan, jemaah termuda atas nama Muhammad Rafi Aditya Praja, berusia 14 tahun. Rafi lahir di Pekalongan pada 21 Maret 2012 dan berdomisili di wilayah Buaran. Usia tersebut menandai salah satu calon jemaah haji termuda yang akan diberangkatkan dari Kota Pekalongan pada musim haji tahun ini.
Sementara itu, jemaah tertua tercatat atas nama Busoyri Tasbulah Tohir, yang berusia 85 tahun, berdomisili di Kelurahan Kuripan Kertoharjo , Kota Pekalongan. Antono menyampaikan bahwa, meskipun berusia lanjut, jemaah tetap akan mendapatkan pelayanan dan pendampingan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Bagi jemaah lansia, akan diberikan perhatian khusus, baik dari sisi kesehatan, pembinaan manasik, maupun pendampingan selama pelaksanaan ibadah haji agar tetap aman dan nyaman,” jelasnya.
Dari sisi jenis kelamin, jemaah haji Kota Pekalongan tahun 2026 didominasi oleh perempuan. Tercatat sebanyak 189 jemaah perempuan, sedangkan 154 jemaah laki-laki.
Adapun jika dilihat dari rentang usia, dari 343 jemaah, mayoritas jemaah berada pada usia produktif hingga pra-lansia. Rinciannya, usia 11–20 tahun sebanyak 3 jemaah, 21–30 tahun 9 jemaah, 31–40 tahun 35 jemaah, 41–50 tahun 84 jemaah, dan 51–60 tahun menjadi kelompok terbanyak dengan 116 jemaah. Selanjutnya, usia 61–70 tahun sebanyak 83 jemaah, 71–80 tahun 12 jemaah, serta 81–90 tahun 1 jemaah.
Antono menilai komposisi usia tersebut menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat untuk menunaikan ibadah haji masih cukup tinggi, khususnya pada kelompok usia produktif dan pra-lansia. Ia berharap, seluruh jemaah dapat mempersiapkan diri secara maksimal, baik fisik, mental, maupun spiritual.
Selain itu, jemaah haji Kota Pekalongan tahun 2026 juga tergabung dalam sejumlah Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU). KBIHU Assalamah Kopena menjadi yang terbanyak dengan 126 jemaah, disusul Yayasan KBIH Assalamah sebanyak 56 jemaah, KBIHU Al-Khoirot 46 jemaah, dan KBIHU Aisyiyah sebanyak 68 jemaah. Sementara itu, terdapat 48 jemaah non-KBIHU yang akan mengikuti bimbingan secara mandiri melalui Kemenhaj.
Dengan persiapan yang matang dan sinergi semua pihak, pihaknya optimistis seluruh calon jemaah haji tahun 2026 dapat menjalankan ibadah haji dengan baik serta kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur.
“Kami berharap seluruh jemaah, baik yang tergabung dalam KBIHU maupun non-KBIHU, dapat mengikuti rangkaian manasik dengan sungguh-sungguh. Ini penting agar pelaksanaan ibadah haji nanti berjalan lancar, tertib, dan sesuai tuntunan,” pungkasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)