[ 2026-02-20 ]
TMMD Sengkuyung Tahap I 2026 Dorong Akses Jalan Layak, Perkuat Ekonomi dan Ketangguhan Warga Bandengan
Kota Pekalongan – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I Tahun Anggaran 2026 kembali digulirkan. Kegiatan ini menjadi wujud olaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menghadirkan pembangunan yang berdampak langsung bagi warga. Melalui kegiatan ini, masyarakat Kelurahan Bandengan, Kecamatan Pekalongan Utara, diharapkan dapat merasakan peningkatan kualitas hidup, baik dari sisi infrastruktur, ekonomi, hingga ketangguhan sosial.
Hal tersebut disampaikan dalam amanat Wali Kota Pekalongan, H. Achmad Afzan Arslan Djunaid, yang dibacakan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Pekalongan, Slamet Budiyanto, pada acara pembukaan TMMD Sengkuyung Tahap I Tahun 2026 di Stadion Hoegeng Kota Pekalongan, Selasa (10/2/2026).
“Atas nama Pemerintah Kota Pekalongan, Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada TNI, khususnya Kodim 0710/Pekalongan, yang kembali berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat dalam pelaksanaan TMMD Sengkuyung Tahap I Tahun 2026,” ujar Budi membacakan amanat Wali Kota.
Ia menegaskan bahwa, TMMD bukan sekadar program pembangunan fisik, melainkan wujud kemanunggalan TNI dan rakyat dalam mempercepat pembangunan, memperkuat persatuan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tema yang diusung tahun ini, “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dan Desa”, dinilai sangat relevan dengan semangat gotong royong yang menjadi jati diri bangsa Indonesia.
Budi menyebut, pelaksanaan TMMD Sengkuyung Tahap I Tahun 2026 dijadwalkan berlangsung selama satu bulan, mulai 10 Februari hingga 11 Maret 2026. Dalam rentang waktu tersebut, TMMD tidak hanya menjadi periode pengerjaan fisik, tetapi juga momentum kebersamaan antara TNI, pemerintah, dan warga dalam membangun lingkungan permukiman yang lebih baik dan berdaya tahan.
"Kegiatan TMMD kali ini difokuskan di RT 01 RW 05 dan RT 03 RW 03 Kelurahan Bandengan, Kecamatan Pekalongan Utara. Sasaran fisik utama berupa pengecoran jalan lingkungan dengan total panjang sekitar 212 meter, lebar bervariasi antara 0,95 hingga 1,4 meter, serta tinggi cor mencapai 40 sentimeter. Pengerjaan dibagi dalam beberapa segmen, yakni segmen pertama sepanjang 75 meter, segmen kedua sepanjang 6,8 meter, dan segmen ketiga sepanjang 130,3 meter,"paparnya.
Menurutnya, pembangunan jalan lingkungan ini merupakan jawaban nyata atas kebutuhan warga. Akses jalan yang lebih baik akan mempermudah mobilitas masyarakat, memperlancar arus lalu lintas lingkungan, serta mendukung aktivitas ekonomi warga, khususnya di kawasan permukiman padat.
“Pekerjaan ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur, tetapi bagian dari upaya meningkatkan keselamatan, kenyamanan, dan kualitas hidup masyarakat,” jelasnya.
Ia juga menyoroti bahwa, lokasi TMMD berada di wilayah yang rawan banjir, terlebih di tengah musim hujan. Oleh karena itu, pembangunan cor beton jalan dinilai sangat strategis untuk mengurangi dampak genangan, memperkuat struktur jalan, serta meningkatkan ketahanan lingkungan permukiman warga.
“Melalui TMMD, kita tidak hanya membangun fisik jalan, tetapi juga membangun ketangguhan sosial, kepedulian, dan semangat kebersamaan dalam menghadapi tantangan bencana dan perubahan iklim,” imbuhnya.
Dandim 0710/Pekalongan, Letkol Arm Ihalauw Garry Herlambang, mengungkapkan, selain sasaran fisik, TMMD Sengkuyung Tahap I Tahun 2026 juga menyasar kegiatan non-fisik yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat. Berbagai penyuluhan akan diberikan, antara lain penyuluhan wawasan kebangsaan, bahaya judi online, pengolahan sampah, pencegahan kenakalan remaja, pencegahan kebakaran, serta perilaku hidup bersih dan sehat.
"Kegiatan non-fisik ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kualitas sumber daya manusia di lingkungan setempat,"kata Dandim Garry.
Pihaknya juga mengajak seluruh elemen TNI, pemerintah, dan masyarakat untuk terus bersinergi dan bekerja sama dengan semangat gotong royong. Keberhasilan TMMD, menurutnya, tidak hanya diukur dari selesainya pembangunan fisik, tetapi juga dari terbangunnya rasa persaudaraan, kepercayaan, dan sinergi antar pihak.
“Kepada warga Kelurahan Bandengan, mari kita dukung penuh kegiatan ini, jaga hasil pembangunan bersama, dan jadikan lingkungan kita semakin aman, nyaman, serta tangguh menghadapi banjir,” pesannya.
Sementara itu, kepada Satgas TMMD dan seluruh personel yang terlibat, ia menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas dedikasi serta pengabdian yang telah diberikan.
"Diharapkan seluruh jerih payah tersebut dapat menjadi amal ibadah dan membawa berkah bagi masyarakat Kota Pekalongan," tuturnya.
Pihaknya juga menyatakan kesiapan jajarannya untuk mendukung penuh pelaksanaan TMMD agar berjalan lancar, tepat sasaran, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Adapun kegiatan TMMD Sengkuyung Tahap I Tahun 2026 didukung oleh anggaran dari APBD Provinsi sebesar Rp145.485.000 dan APBD Kota Pekalongan sebesar Rp66.000.000, dengan total anggaran mencapai Rp211.485.000.
"Dengan terlaksananya TMMD ini, kami berharap, program TMMD ini dapat mendorong peningkatan perekonomian masyarakat, memperlancar arus lalu lintas lingkungan, menumbuhkan semangat warga dalam membangun wilayahnya, serta semakin memperkuat kemanunggalan antara TNI dan rakyat demi terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan,"tukasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian/Allem)