Details Foto


Wali Kota Aaf Apresiasi Bakti Sosial Lintas Agama, Jadi Bukti Pekalongan Kota Toleran

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2026-02-20 ]

Wali Kota Aaf Apresiasi Bakti Sosial Lintas Agama, Jadi Bukti Pekalongan Kota Toleran

Kota Pekalongan – Wali Kota Pekalongan H. A. Afzan Arslan Djunaid, S.E., M.M. mengapresiasi pelaksanaan Bakti Sosial Lintas Agama yang dirangkaikan dengan Tasyakuran Anniversary ke-14 Hotel Dafam Pekalongan serta Tasyakuran Yayasan Tarbiyatuddunya Wal-Akhiroh, yang digelar di Ballroom Hotel Dafam Kota Pekalongan, Jumat sore (6/2/2026).

Usai menghadiri kegiatan tersebut, Wali Kota yang akrab disapa Aaf ini menyampaikan rasa bangga atas kepedulian sosial yang ditunjukkan oleh Yayasan Tarbiyatuddunya Wal-Akhiroh bersama Hotel Dafam Pekalongan. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya seremonial, tetapi benar-benar menyentuh kelompok masyarakat yang selama ini minim perhatian.

“Ini luar biasa ya. Saya mewakili Pemerintah Kota Pekalongan sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Yayasan Tarbiyatul Dunya wal Akhirah. Acaranya luar biasa karena hampir semua pihak yang sebelumnya minim perhatian bisa terakomodir,” ujar Wali Kota Aaf.

Ia menjelaskan, penerima manfaat kegiatan bakti sosial ini sangat beragam, mulai dari anak yatim, penggali kubur, pembersih makam, majelis taklim, hingga para marbot. Bahkan, menurutnya, kepedulian yang ditunjukkan bersifat lintas iman.

“Marbot bukan hanya di masjid dan musala, tetapi juga di gereja dan klenteng, semuanya dapat. Ini yang menurut Saya sangat istimewa,” ungkapnya.

Wali Kota Aaf juga menyoroti kehadiran tokoh ulama nasional, Maulana Habib Luthfi bin Ali bin Yahya, yang menjadi pembimbing dan penasihat Yayasan Tarbiyatuddunya Wal-Akhiroh. Selain itu, turut hadir pula perwakilan Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Baznas Provinsi Jawa Tengah, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), tokoh masyarakat, alim ulama, kyai, habaib, serta berbagai elemen lintas agama.

“Ini mudah-mudahan semakin bikin semangat bahwa Yayasan Tarbiyatul Dunya wal Akhirah bisa benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Kami dari Pemerintah Kota Pekalongan senang kalau masyarakatnya sudah peduli sesama, sudah sosial, dan kami siap bersinergi ke depannya,” tegasnya.

Saat ditanya terkait kondisi kerukunan umat beragama di Kota Pekalongan, Wali Kota Aaf menegaskan bahwa, toleransi di Kota Pekalongan sudah berjalan secara alami dan menjadi karakter masyarakatnya.

“Alhamdulillah, kerukunan umat beragama di Kota Pekalongan sudah sangat luar biasa. Pesan Maulana Habib Luthfi bin Ali bin Yahya kepada Saya adalah untuk terus menguatkan ini. Kota Pekalongan sebagai kota toleran itu berjalan secara alamiah. Masyarakatnya menerima siapa saja, tidak membedakan suku, agama, dan ras, selama sopan pasti diterima,” katanya.

Ia berharap, kegiatan seperti ini semakin memperkuat citra Kota Pekalongan sebagai kota toleran, bahkan mampu masuk dalam lima besar kota paling toleran di Jawa Tengah.

Sementara itu, Ketua Tim Kerja Kerukunan Umat Beragama sekaligus Perwakilan Kemenag Kanwil Jawa Tengah, Zaimatul Chasanah, turut mengapresiasi pelaksanaan kegiatan bakti sosial lintas agama tersebut. Menurutnya, tidak banyak yayasan atau majelis taklim yang memiliki kepedulian lintas iman seperti yang ditunjukkan Yayasan Tarbiyatuddunya Wal-Akhiroh.

“Kami sangat mengapresiasi, karena tidak banyak majelis taklim atau yayasan yang berkecimpung di kegiatan keagamaan internal Islam, tetapi juga sangat peduli dengan kegiatan lintas agama. Ini bisa menjadi role model bagi yang lainnya,” ujarnya.

Ia berharap, kegiatan ini dapat menginspirasi majelis taklim dan yayasan lain sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh penerima bantuan, tetapi juga oleh masyarakat secara luas.

“Kerukunan di Kota Pekalongan ini dari tahun 2024 hingga 2026 Alhamdulillah cukup harmonis. Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini semakin harmonis dan terjaga,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Maulana Habib Luthfi bin Ali bin Yahya juga menyampaikan harapannya terhadap peran dunia perhotelan di Kota Pekalongan, khususnya Hotel Dafam, dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

“Semoga dengan adanya perhotelan di Kota Pekalongan, khususnya Dafam, akan menjadi income yang luar biasa untuk kota tercinta ini. Perkembangan perhotelan diharapkan dapat mendatangkan tamu-tamu bisnis dan mewarnai kemajuan ekonomi ke  depan,” tutur Habib Luthfi.

Sementara itu, General Manager Hotel Dafam Kota Pekalongan, Rizal Arafat, mengungkapkan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan tasyakuran anniversary Hotel Dafam Pekalongan ke-14 yang mengusung tema ‘Berkarya dan Berinovasi’.

“Alhamdulillah kali ini kita sukses mengadakan tasyakuran anniversary Hotel Dafam Pekalongan yang ke-14. Tahun ini kita ingin jauh lebih baik dibanding tahun 2025 yang kemarin bisnisnya sangat luar biasa. Mudah-mudahan di umur ke-14 ini kita semakin matang dan semakin maju,” ungkapnya.

Rizal menjelaskan bahwa, Hotel Dafam Pekalongan berkolaborasi dengan Yayasan Tarbiyatuddunya Wal-Akhiroh dan menjadi sponsor utama dalam kegiatan tersebut, mulai dari penyediaan tempat, konsumsi, hingga dukungan teknis lainnya.

“Hotel Dafam menjadi sponsor utama acara hari ini. Alhamdulillah acaranya di luar prediksi, Abah Luthfi dan Pak Wali bisa hadir langsung. Ini luar biasa bagi kami,” katanya.

Ke depan, pihaknya berharap Hotel Dafam Pekalongan terus berinovasi dan memberikan kontribusi nyata, tidak hanya bagi sektor perhotelan, tetapi juga bagi kegiatan sosial dan kemasyarakatan di Kota Pekalongan.

“Harapan kami, Dafam semakin baik lagi ke depannya dan selalu berinovasi dengan bisnis yang ada, serta terus melakukan perubahan-perubahan ke arah yang lebih positif,” pungkasnya.

(Tim Liputan Kominfo/Dian)