[ 2026-02-20 ]
Koordinasi Pemkot–Kemenhaj Terus Diperkuat, Wali Kota Aaf Optimistis Pelaksanaan Haji 2026 Berjalan Lancar
Kota Pekalongan – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan terus memperkuat koordinasi dengan Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) guna memastikan seluruh tahapan penyelenggaraan ibadah haji Tahun 1447 Hijriyah/2026 Masehi berjalan dengan baik dan lancar. Hal tersebut disampaikan Wali Kota Pekalongan, H. A. Afzan Arslan Djunaid atau akrab disapa Aaf, usai membuka kegiatan Manasik Haji Terintegrasi tingkat Kota Pekalongan yang digelar di Ballroom Hotel Dafam Kota Pekalongan, Senin (9/2/2026).
Wali Kota Aaf menegaskan bahwa, pendekatan pelayanan kepada jemaah haji, termasuk yang berkaitan dengan aspek sosiokultural, menjadi perhatian bersama antara Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat. Menurutnya, saat ini detail teknis pelayanan haji lebih banyak ditangani oleh Kementerian Haji dan Umroh, sementara Pemkot Pekalongan berperan aktif memastikan kelancaran proses pemberangkatan, pemulangan, serta koordinasi fasilitas bagi jemaah selama berada di Tanah Suci.
“Layanan khusus yang lebih detail memang sekarang banyak ditangani oleh Kementerian Haji dan Umroh. Namun, kami di daerah tetap memastikan pemberangkatan dan kepulangan jamaah berjalan lancar, termasuk koordinasi terkait fasilitas di Arab Saudi agar tetap layak bagi jemaah haji Indonesia,” ungkap Aaf.
Ia mengungkapkan bahwa, selama ini jemaah haji asal Kota Pekalongan relatif tidak menyampaikan keluhan berarti terkait pelayanan. Meski demikian, Wali Kota Aaf menyadari bahwa, dalam pelaksanaan ibadah haji yang melibatkan jutaan jemaah dari seluruh dunia, kendala teknis hampir tidak bisa dihindari.
“Sebagus apa pun persiapan, tetap ada kemungkinan kendala teknis. Faktor utamanya karena jemaah dari seluruh dunia berkumpul menjadi satu, sehingga kepadatan di jalan, akses menuju masjid, saat Thawaf maupun Sa’i itu pasti terjadi. Tapi kalau semua sudah disiapkan dengan baik, kendala-kendala tersebut bisa diminimalisir,” jelasnya.
Wali Kota Aaf juga menekankan pentingnya komunikasi yang berkelanjutan antara jemaah, petugas, KBIH, Pemerintah Daerah, dan Kemenhaj. Ia berharap, pengalaman jemaah haji tahun-tahun sebelumnya dapat menjadi bahan evaluasi dan masukan untuk meningkatkan kualitas layanan ke depan.
“Masukan dari jamaah tahun lalu, pengalaman-pengalaman sebelumnya, itu akan kita tampung dan kita koordinasikan dengan Kemenhaj Kota Pekalongan. Apalagi personel petugas ini terbatas, sementara jumlah jemaah cukup banyak. Tanpa koordinasi yang baik, tentu akan sulit. Alhamdulillah, sekarang komunikasi dan koordinasi berjalan dengan baik,” tambahnya.
Terkait integrasi pelaksanaan manasik haji yang dinilai mampu mengefisienkan anggaran daerah, Wali Kota Aaf menegaskan bahwa, Pemkot Pekalongan tidak mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat meskipun terdapat penyesuaian anggaran.
“Untuk pelayanan, tidak kita kurangi. Walaupun ada pengurangan tertentu, pelayanan kepada jemaah tetap menjadi prioritas. Bahkan untuk pembimbing haji, sebetulnya kita siapkan anggaran untuk empat orang, namun kuota dari pusat hanya dua. Kalau nanti kuota bertambah, anggaran tetap akan kita siapkan. Prinsipnya, efisiensi anggaran tidak boleh mengurangi kualitas pelayanan dan fasilitas jamaah di Tanah Suci,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Kementerian Haji dan Umroh Kota Pekalongan, R. Antono, menjelaskan bahwa, pelaksanaan bimbingan manasik haji tahun 2026 mengalami sejumlah penyesuaian dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada tahun lalu manasik tingkat kota dilaksanakan dua kali dan tingkat kecamatan enam kali, tahun ini manasik tingkat kota hanya dilaksanakan satu kali, sedangkan tingkat kecamatan menjadi empat kali.
“Manasik tingkat kota dilaksanakan hari ini, Senin 9 Februari 2026. Selanjutnya, manasik tingkat kecamatan akan dilaksanakan pada 11, 12, 14, dan 15 Februari 2026,” jelas Antono.
Ia juga memaparkan jumlah jamaah haji Kota Pekalongan tahun 2026. Semula total jamaah beserta Petugas Haji Daerah (PHD) berjumlah 347 orang, terdiri dari 344 jemaah dan 3 PHD. Namun, dalam perkembangannya, satu PHD tidak melakukan pelunasan sehingga jumlah PHD menjadi dua orang. Selain itu, terdapat satu jemaah yang meninggal dunia, sehingga total jamaah menjadi 343 orang.
“Dengan demikian, total yang berangkat tahun ini sebanyak 345 orang, terdiri dari 343 jemaah dan 2 Petugas Haji Daerah,” terangnya.
Terkait jamaah yang meninggal dunia, Antono menjelaskan bahwa, secara aturan sebenarnya bisa dilakukan penggantian. Namun, karena keterbatasan waktu dan ketentuan visa yang memiliki batas akhir, penggantian tersebut tidak memungkinkan untuk keberangkatan tahun ini.
“Secara aturan bisa digantikan, tetapi keberangkatannya tidak bisa tahun ini karena pengurusan visa sudah melewati batas waktu,” imbuhnya.
Untuk manasik tingkat kecamatan, Kemenhaj membagi jemaah ke dalam tiga kelompok wilayah, yakni Kecamatan Pekalongan Barat, Kecamatan Pekalongan Selatan, serta gabungan Kecamatan Pekalongan Timur dan Utara, menyesuaikan jumlah jemaah agar tetap memenuhi standar pelaksanaan manasik.
"Dengan sinergi yang terus diperkuat antara Pemerintah Kota Pekalongan, Kementerian Haji dan Umroh, serta seluruh pemangku kepentingan terkait, diharapkan pelaksanaan ibadah haji tahun 2026 bagi jamaah Kota Pekalongan dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar, serta memberikan kenyamanan maksimal bagi para tamu Allah selama menjalankan rukun Islam kelima,"pungkasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)