Details Foto


Jumlah Pengungsi Bertambah, Dinsos-P2KB Kota Pekalongan Kembali Operasikan Dapur Umum

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2026-02-20 ]

Jumlah Pengungsi Bertambah, Dinsos-P2KB Kota Pekalongan Kembali Operasikan Dapur Umum


Kota Pekalongan – Dinas Sosial Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P2KB) Kota Pekalongan kembali mengoperasikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan konsumsi para pengungsi terdampak banjir. Dapur umum tersebut mulai kembali beroperasi sejak Jumat, 6 Februari 2026, menyusul meningkatnya jumlah warga yang harus mengungsi akibat kondisi intensitas hujan tinggi yang terjadi di sejumlah wilayah di Kota Pekalongan.

Kepala Dinsos-P2KB Kota Pekalongan, Yos Rosyidi, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin (9/2/2026), menjelaskan bahwa, keputusan untuk mengaktifkan kembali dapur umum didasarkan pada pertimbangan kemanusiaan, khususnya karena jumlah pengungsi yang terus bertambah dalam beberapa hari terakhir.

“Ya, dapur umum sudah kembali beroperasi sejak Jumat tanggal 6 Februari kemarin. Pertimbangannya karena jumlah pengungsi bertambah banyak saat itu, sehingga perlu ada dukungan pemenuhan kebutuhan dasar, terutama makanan siap saji berupa nasi bungkus dan lauk pauk," ungkap Yos.

Menurutnya, keberadaan dapur umum menjadi salah satu bentuk respons cepat Pemerintah Kota Pekalongan dalam memastikan kebutuhan konsumsi para pengungsi tetap terpenuhi secara layak, aman, dan terkoordinasi. Dapur umum Dinsos-P2KB difokuskan untuk menyiapkan dan mendistribusikan nasi bungkus kepada warga terdampak yang berada di lokasi pengungsian maupun titik-titik tertentu sesuai kebutuhan di lapangan.

"Pada hari Senin, 9 Februari 2026, dapur umum Dinsos-P2KB mendistribusikan ratusan nasi bungkus untuk kebutuhan tiga kali makan pengungsi yakni makan pagi, makan siang dan makan malam bagi para pengungsi, khususnya di wilayah Kecamatan Pekalongan Barat,"terangnya.

Berdasarkan data Dinsos-P2KB Kota Pekalongan, Senin pagi (9/2/2026), nasi bungkus yang disalurkan mencapai sekitar 540 bungkus dengan rincian sebanyak 260 bungkus didistribusikan di Posko Pengungsian Aula Kecamatan Pekalongan Barat, 45 bungkus di SD Tirto 3, 10 bungkus di lokasi pengungsian At Taubah, 90 bungkus untuk Kelurahan Pasirkratonkramat (PKK), 95 bungkus di Pengungsian Kantor Eks Kraton Kidul, serta 40 bungkus untuk pengungsi di Posko Bahurekso.

Yos  menambahkan bahwa distribusi makanan dilakukan secara terkoordinasi dengan mempertimbangkan data pengungsi dan kondisi lapangan yang terus diperbarui. Hal ini dilakukan agar bantuan yang disalurkan benar-benar tepat sasaran dan merata.

“Distribusi kita sesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Jumlahnya bisa berubah setiap hari, tergantung perkembangan jumlah pengungsi dan kondisi wilayah terdampak,” jelasnya.

Terkait durasi operasional dapur umum, Dinsos-P2KB akan terus melakukan evaluasi dan menyesuaikan dengan status kedaruratan yang ditetapkan. Selama masih terdapat pengungsi dan kebutuhan konsumsi belum dapat dipenuhi secara mandiri, dapur umum akan tetap disiagakan.

“Prinsipnya, selama masih dibutuhkan dan kondisi belum sepenuhnya normal, kami siap untuk terus mengoperasikan dapur umum. Ini bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk hadir dan melayani masyarakat dalam situasi darurat,” tegas Yos.

Melalui pengoperasian dapur umum ini, pihaknya berharap dapat meringankan beban para pengungsi sekaligus memastikan kebutuhan dasar mereka tetap terpenuhi.

" Sembari menunggu kondisi kembali aman dan warga dapat beraktivitas seperti sediakala,"pungkasnya.


(Tim Liputan Kominfo/Dian)