Details Foto


Respon Cepat Banjir, DPUPR Kota Pekalongan Mobilisasi Pompa Mobile ke Wilayah Terdampak

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2026-02-20 ]

Respon Cepat Banjir, DPUPR Kota Pekalongan Mobilisasi Pompa Mobile ke Wilayah Terdampak


Kota Pekalongan – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) setempat bergerak cepat dalam menangani banjir dan genangan yang melanda sejumlah wilayah. Melalui Bidang Sumber Daya Air (SDA), DPUPR memobilisasi puluhan pompa mobile ke titik-titik terdampak sebagai upaya percepatan surutnya genangan air dan meminimalkan dampak terhadap aktivitas masyarakat.

Kepala DPUPR Kota Pekalongan, Khaerudin, menjelaskan bahwa, penanganan banjir dilakukan secara responsif dengan memaksimalkan seluruh sumber daya yang dimiliki, termasuk dukungan pompa dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi.

“Upaya kami dalam penanganan bencana banjir di Kota Pekalongan adalah dengan menempatkan pompa-pompa mobile di wilayah yang terdampak. Alhamdulillah, DPUPR Kota Pekalongan melalui Bidang SDA saat ini memiliki delapan unit pompa mobile yang sewaktu-waktu bisa dimobilisasi ke lokasi genangan yang cukup besar,” ungkapnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Jumat (6/2/2026).

Selain pompa milik Pemerintah Kota Pekalongan, DPUPR juga mendapatkan bantuan berupa pinjaman pompa dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) serta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui BPSDA Pemali Comal. Dari BBWS, terdapat dua unit pompa mobile yang dipinjamkan, sementara dari BPSDA Pemali Comal juga dua unit pompa.

“Pompa bantuan dari BBWS kami tempatkan di wilayah Meduri, Tirto, tepatnya di Gang 12 dan Gang 16. Sementara bantuan dari provinsi melalui BPSDA Pemali Comal kami tempatkan di Jalan Teuku Umar untuk membantu mengatasi genangan di wilayah Pasir Sari. Selain itu, satu unit juga kami tempatkan di belakang Mako Brimob, wilayah Kelurahan Setono,” jelas Khaerudin.

Adapun delapan unit pompa mobile milik DPUPR Kota Pekalongan disebar ke sejumlah titik rawan genangan. Di antaranya ditempatkan di Gang 18 Tirto, wilayah Klego, serta Jalan Slamet Podosugih. Penempatan di Jalan Slamet ini difokuskan untuk membantu mengurangi genangan yang berdampak hingga wilayah Jalan Kurinci.

“Di wilayah Bandengan, Bendingsari, kami tempatkan dua unit pompa untuk mengatasi genangan akibat limpasan Sungai Bremi. Selain itu, satu unit pompa juga kami mobilisasi ke wilayah Podosugih, tepatnya di sebelah Rumah Sakit Umum Bendan Kota Pekalongan, karena genangan di kawasan perumahan kemarin cukup tinggi,” tambahnya.

Khaerudin menyebutkan bahwa, pompa-pompa yang digunakan memiliki kapasitas yang bervariasi, disesuaikan dengan kondisi dan tingkat keparahan genangan di masing-masing lokasi. Pompa bantuan dari BBWS memiliki kapasitas 500 liter per detik dan 200 liter per detik. Sementara pompa bantuan dari BPSDA Pemali Comal memiliki kapasitas 150 liter per detik dan 300 liter per detik.

"Untuk pompa milik Kota Pekalongan sendiri, kapasitasnya beragam, mulai dari 100 liter per detik, 150 liter per detik, 300 liter per detik, hingga 500 liter per detik,"katanya.

Lebih lanjut, Khaerudin menegaskan bahwa, pompa mobile tersebut juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat apabila memang dibutuhkan, dengan mekanisme pengajuan dan survei terlebih dahulu oleh petugas DPUPR.

“Pompa mobile ini bisa dipinjam oleh warga. Silakan mengajukan ke kami, nanti akan kami survei terlebih dahulu. Sebab, penempatan pompa juga ada syaratnya, misalnya harus tersedia kolam kecil untuk pipa sedot dan saluran pembuangan airnya juga harus memungkinkan,” terangnya.

Menurutnya, DPUPR akan terus memantau kondisi lapangan secara berkala. Apabila genangan di satu lokasi sudah dinilai terkendali, maka pompa mobile dapat dipindahkan ke wilayah lain yang masih mengalami genangan lebih parah.

“Kami melihat kondisi di lapangan secara dinamis. Jika satu lokasi sudah kondusif, pompa bisa kami geser ke titik lain yang membutuhkan. Prinsipnya, kami berupaya agar penanganan banjir ini bisa dilakukan secepat mungkin dan tepat sasaran,” terang Khaerudin.

Melalui langkah cepat dan kolaboratif ini, pihaknya berharap, genangan akibat banjir dapat segera teratasi dan aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.

"Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem serta segera melaporkan apabila terdapat genangan atau kondisi darurat di lingkungannya,"pungkasnya.

 

(Tim Liputan Kominfo/Dian)