[ 2026-02-20 ]
Operasi Keselamatan Candi 2026, Petugas Gabungan Ajak Warga Tertib Administrasi dan Berlalu Lintas
Kota Pekalongan – Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya tertib administrasi kendaraan dan keselamatan berlalu lintas, personel Polres Pekalongan Kota bersama stakeholder terkait menggelar kegiatan Pendidikan Masyarakat (Dikmas) berupa edukasi tertib berlalu lintas serta sosialisasi pembayaran pajak kendaraan bermotor. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis (5/2/2026) sore di halaman Kantor Samsat Kota Pekalongan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preemtif dan preventif dalam pelaksanaan Operasi Keselamatan Candi 2026 yang bertujuan untuk menekan angka pelanggaran lalu lintas sekaligus mencegah terjadinya kecelakaan di wilayah hukum Polres Pekalongan Kota.
Melalui pendekatan humanis dan edukatif, petugas berharap masyarakat semakin memahami bahwa keselamatan berlalu lintas dimulai dari kepatuhan terhadap aturan dan kelengkapan administrasi kendaraan.
Rangkaian kegiatan dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polres Pekalongan Kota, AKP Andi Susanto, S.H., M.H., dengan melibatkan Kepala UPPD Kota Pekalongan, Kasi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), perwakilan Jasa Raharja, anggota UPPD, personel Satlantas, serta Propam Polres Pekalongan Kota. Sinergi lintas instansi ini menjadi wujud kolaborasi dalam memberikan pelayanan dan edukasi terbaik kepada masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, petugas gabungan melakukan pemeriksaan kelengkapan kendaraan dan surat-surat secara persuasif, seperti Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Surat Izin Mengemudi (SIM), sekaligus memberikan pemahaman kepada pengendara mengenai pentingnya membayar pajak kendaraan bermotor tepat waktu. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk selalu mematuhi rambu lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan berkendara, serta memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan.
Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Riki Yariandi, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasat Lantas AKP Andi Susanto menegaskan bahwa, kegiatan Dikmas ini merupakan salah satu strategi pendekatan edukatif guna menumbuhkan budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat.
“Sosialisasi ini kami lakukan agar masyarakat semakin sadar akan pentingnya tertib administrasi dan disiplin berlalu lintas. Dengan administrasi yang lengkap serta kepatuhan terhadap aturan di jalan, maka risiko terjadinya kecelakaan, termasuk yang berakibat fatal, dapat diminimalisir,” jelasnya.
AKP Andi Susanto menambahkan bahwa Operasi Keselamatan Candi 2026 tidak semata-mata mengedepankan penindakan, namun lebih menekankan pada upaya pencegahan melalui edukasi dan imbauan langsung kepada masyarakat.
Diharapkan, melalui kegiatan ini, masyarakat dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas, baik untuk diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
Melalui kegiatan sinergis tersebut, ia berharap, kesadaran masyarakat terhadap kewajiban membayar pajak kendaraan bermotor serta budaya keselamatan berlalu lintas semakin meningkat selama pelaksanaan Operasi Keselamatan Candi 2026.
"Dengan dukungan dan partisipasi aktif masyarakat, terciptanya lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar di Kota Pekalongan dapat terwujud secara berkelanjutan,"tukasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)