[ 2026-02-09 ]
Atasi Limpasan Sungai Saat Banjir, DPUPR Kota Pekalongan Perkuat Tanggul Darurat di Titik Rawan
Kota Pekalongan – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) melakukan langkah cepat penanganan banjir dengan memperkuat tanggul darurat di sejumlah titik rawan limpasan sungai. Upaya tersebut dilakukan seiring dengan perpanjangan status darurat bencana banjir oleh Wali Kota Pekalongan, H.A. Afzan Arslan Djunaid hingga 13 Februari 2026 akibat tingginya intensitas hujan yang disertai kenaikan rob.
Kepala DPUPR Kota Pekalongan, Khaerudin, S.T., menyampaikan bahwa, penanganan darurat yang dilakukan DPUPR difokuskan pada perbaikan dan penguatan tanggul sementara menggunakan sandbag, khususnya di wilayah sungai yang mengalami limpasan ke permukiman warga.
“Menindaklanjuti perpanjangan penetapan status kedaruratan bencana banjir oleh Wali Kota, DPUPR langsung melakukan penanganan darurat. Langkah awal yang kami lakukan adalah perbaikan tanggul dengan pemasangan sandbag di titik-titik rawan limpasan,” ujar Khaerudin saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (3/2/2026).
Ia menjelaskan, banjir yang terjadi disebabkan oleh curah hujan dengan intensitas tinggi dalam waktu bersamaan dengan naiknya rob. Kondisi tersebut menyebabkan kapasitas sungai tidak mampu menampung debit air, sehingga air meluap ke kawasan permukiman, terutama di sepanjang Sungai Bremi dan sebagian Sungai Meduri.
“Banyak laporan dan permintaan dari masyarakat yang kami tindaklanjuti. Sungai melimpas karena debit air tinggi, sehingga air masuk ke rumah warga. Oleh karena itu, kami lakukan penguatan tanggul darurat sebagai langkah cepat pengendalian,” jelasnya.
Khaerudin merinci, pemasangan sandbag di Sungai Bremi dilakukan pada empat titik utama yang dinilai memiliki potensi limpasan cukup besar. Lokasi tersebut meliputi wilayah Bremi Pabean di Kelurahan Padukuhan Kraton, kemudian Bremi Pasirsari yang masuk wilayah Kelurahan Pasirkratonkramat, dengan pemasangan sandbag di sisi barat dan timur Sungai Bremi.
"Selanjutnya, penguatan tanggul darurat juga dilakukan di kawasan Bremi Tirto, tepatnya di wilayah Kelurahan Tirto sebelah selatan jalur Pantura, di belakang CPM Gang 1 sisi barat sungai. Sementara di sisi timur Sungai Bremi, pemasangan sandbag dilakukan di wilayah Kampung Baru, Kelurahan Tirto,"bebernya.
Selain itu, kata Khaerudin, DPUPR juga memasang sandbag di kawasan Gama Permai 3 yang berada di sebelah selatan Kampung Baru, serta di wilayah timur Kampung Baru tepatnya di Perumahan Gama Asri, sebagai upaya mencegah meluasnya limpasan air ke area permukiman.
“Di beberapa titik lain juga terjadi limpasan, seperti di Jalan Slamet. Di lokasi tersebut kami pasang sandbag untuk menahan air agar tidak masuk ke lingkungan warga,” tambahnya.
Penanganan juga dilakukan di sejumlah titik yang bersifat menyebar. Salah satunya di Jalan Singosari, tepatnya di sisi selatan atau sebelah utara Kantor Dinperkim Kota Pekalongan hingga ke arah timur menuju permukiman warga di Kelurahan Podosugih, yang turut terdampak limpasan air.
"Sementara itu, di kawasan Jalan KH. Ahmad Dahlan, tepatnya di depan MAN Insan Cendekia, DPUPR menambah sandbag di sisi barat sungai yang merupakan hulu Sungai Meduri, setelah terpantau terjadi limpasan akibat tingginya debit air,"ungkapnya.
Khaerudin menegaskan bahwa, pemasangan tanggul darurat ini merupakan langkah penanganan sementara untuk meminimalisasi dampak banjir terhadap masyarakat. DPUPR akan terus melakukan pemantauan di lapangan serta berkoordinasi dengan perangkat daerah terkait untuk memastikan kondisi tetap terkendali.
“Penguatan tanggul ini bersifat darurat. Kami akan terus memantau kondisi sungai dan siap melakukan penanganan lanjutan apabila masih terjadi potensi limpasan, demi melindungi keselamatan dan kenyamanan warga,” pungkasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)