[ 2026-02-05 ]
Musypimcab I, PCA ‘Aisyiyah Pekalongan Barat Dorong Dinamisasi Perempuan Berkemajuan
Kota Pekalongan – Pimpinan Cabang (PCA) ‘Aisyiyah Pekalongan Barat menyelenggarakan Musyawarah Pimpinan Cabang (Musypimcab) ‘Aisyiyah periode kepengurusan berjalan dengan mengusung tema “Dinamisasi Perempuan Berkemajuan Mewujudkan Indonesia Berkeadilan”. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Dakwah ‘Aisyiyah Pekalongan Barat, Sabtu (31/1/2026).
Musypimcab I ini menjadi forum strategis bagi PCA ‘Aisyiyah Pekalongan Barat untuk melakukan evaluasi program, konsolidasi organisasi, serta merumuskan arah gerak organisasi pada separuh masa kepengurusan. Kegiatan ini diikuti sekitar 60 peserta yang terdiri dari pleno PCA, Badan Pembantu Pimpinan (BPP), serta ketua dan sekretaris dari 10 ranting ‘Aisyiyah se-Pekalongan Barat.
Ketua PCA ‘Aisyiyah Pekalongan Barat, Widiastuti Bachir, menjelaskan bahwa, Musypimcab merupakan amanah organisasi sekaligus wadah musyawarah untuk menentukan langkah ke depan agar gerak organisasi tetap dinamis dan relevan dengan kebutuhan umat dan masyarakat.
“Kami PCA Pekalongan Barat mengadakan Musypimcab I. Tujuan utama kegiatan ini adalah sebagai wadah organisasi untuk mengevaluasi program-program yang telah berjalan, sekaligus menentukan arah gerak organisasi ke depan. Kami berharap melalui forum ini, seluruh unsur pimpinan dapat berbagi pengalaman, berdiskusi, dan merumuskan langkah strategis selanjutnya,” ujar Widiastuti.
Ia menambahkan, PCA ‘Aisyiyah Pekalongan Barat memiliki berbagai majelis yang aktif menjalankan program sesuai bidangnya masing-masing, seperti Majelis Tarjih, Majelis Tabligh yang rutin menyelenggarakan pengajian, hingga Majelis PAUD Dasmen yang fokus pada pembinaan guru-guru TK.
“Di PCA Barat ini terdapat 10 ranting dan 6 TK. Seluruhnya aktif bergerak. Melalui MUSYPIMCAB ini, kami bermusyawarah untuk melakukan evaluasi dan menyusun arah ke depan agar program-program yang dijalankan semakin berdampak,” imbuhnya.
Melalui Musypimcab I ini, ia meneguhkan komitmennya sebagai organisasi perempuan berkemajuan yang dinamis, adaptif, dan terus hadir memberikan kontribusi nyata bagi terwujudnya masyarakat yang adil, tangguh, dan berkeadaban.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah (PDA) ‘Aisyiyah Kota Pekalongan, Rita Rahmawati, mengapresiasi penyelenggaraan MUSYPIMCAB I PCA ‘Aisyiyah Pekalongan Barat yang dinilainya sebagai bentuk ketaatan terhadap amanah organisasi sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
“Musyawarah ini merupakan amanah organisasi. Setelah dua tahun perjalanan kepengurusan, separuh perjalanan tersebut perlu dievaluasi melalui MUSYPIMCAB untuk melihat sejauh mana program yang diamanahkan melalui Muscab 2023 telah berjalan, apa saja kendalanya, dan apa yang perlu diperbaiki,” jelas Rita.
Menurutnya, selain evaluasi, MUSYPIMCAB juga menjadi momentum penting untuk merumuskan kembali program-program ke depan agar tetap selaras dengan kondisi dan tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini.
“Separuh perjalanan ke depan ini harus dirumuskan dengan matang. Apa saja yang perlu dilakukan agar ‘Aisyiyah benar-benar hadir dan memberi manfaat nyata,” katanya.
Rita menilai, PCA ‘Aisyiyah Pekalongan Barat menunjukkan kinerja yang luar biasa, terutama dalam respons sosial dan kebencanaan. Ia mencontohkan keterlibatan aktif PCA Barat dalam penanganan bencana banjir dengan mendirikan dapur umum dan mendistribusikan ribuan nasi bungkus kepada warga terdampak.
“Ini adalah salah satu bentuk aksi nyata yang langsung dirasakan masyarakat. Meski penanganan bencana bukan hanya tanggung jawab satu PCA, namun kolaborasi PCA Pekalongan Barat bersama PCA lainnya di Kota Pekalongan menunjukkan kepedulian sosial yang tinggi,” ungkapnya.
Dari sisi organisasi, Rita menyebut bahwa, program-program yang digariskan oleh Pimpinan Pusat dan Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah pada umumnya telah dijalankan dengan baik oleh PCA Pekalongan Barat, sebagaimana tercermin dalam laporan yang telah disampaikan.
Ke depan, Rita berharap PCA ‘Aisyiyah Pekalongan Barat mampu merumuskan program yang tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga membumi dan dirasakan langsung oleh masyarakat luas.
“Program ke depan diharapkan tidak hanya ‘melangit’, tetapi juga membumi. Tidak hanya dirasakan oleh anggota, namun juga oleh masyarakat dan warga Kota Pekalongan secara umum,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Rita juga menyinggung pentingnya sosialisasi buku kebencanaan yang telah diterbitkan oleh ‘Aisyiyah. Buku ini berisi panduan komprehensif penanganan bencana, tidak hanya aspek logistik, tetapi juga spiritual, rekonstruksi, rehabilitasi, hingga panduan peribadahan saat kondisi darurat seperti banjir.
“Kebencanaan tidak hanya soal nasi bungkus. Ada aspek spiritual, psikologis, hingga rekondisi dan rehabilitasi yang juga penting. Bahkan bagaimana tata cara ibadah saat terdampak banjir juga perlu dipahami. Buku kebencanaan ini perlu disosialisasikan agar bisa dimanfaatkan masyarakat luas,” paparnya.
Ia menekankan bahwa, kondisi geografis Kota Pekalongan yang rawan banjir menuntut masyarakat untuk lebih siap, adaptif, dan bersahabat dengan alam.
“Kita memang tidak mengharapkan banjir, tetapi harus siap menghadapinya. Kita perlu bersahabat dengan alam, memahami kondisi geografis Pekalongan, dan mengantisipasi dengan perilaku yang selaras dengan tuntutan alam. Ini menjadi bagian dari amanah gerakan ‘Aisyiyah,” pungkasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)