Details Foto


Padel 99 Court Resmi Dibuka, Wali Kota Aaf Dorong Pengembangan Olahraga dan Prestasi Kota Pekalongan

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2026-02-04 ]

Padel 99 Court Resmi Dibuka, Wali Kota Aaf Dorong Pengembangan Olahraga dan Prestasi  Kota Pekalongan 

Kota Pekalongan – Kota Pekalongan kini memiliki fasilitas olahraga baru dengan diresmikannya Padel 99 Court, lapangan padel modern ini diharapkan dapat semakin meramaikan aktivitas olahraga sekaligus mendorong lahirnya atlet berprestasi dari daerah, Jumat (30/1/2026).

Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid, menyampai apresiasinya atas hadirnya lapangan padel tersebut. Ia menilai olahraga padel yang saat ini tengah booming memiliki daya tarik luas dan dapat dimainkan oleh berbagai kalangan usia serta latar belakang fisik.

“Alhamdulillah, di Kota Pekalongan kini ada fasilitas olahraga baru, yaitu lapangan padel. Ini olahraga yang sedang berkembang pesat. Mudah-mudahan Padel 99 Court kehadiran fasilitas ini semakin meramaikan olahraga di Kota Pekalongan,” terangnya.

Menurutnya, olahraga padel tergolong sebagai olahraga yang bersifat fun namun memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi cabang olahraga prestasi. Saat ini, proses pembentukan kepengurusan cabang olahraga (cabor) padel di Kota Pekalongan masih berjalan.

“Harapannya, setelah pengurus cabornya terbentuk, prestasi padel di Kota Pekalongan bisa meningkat. Olahraga ini bisa dimainkan oleh siapa saja, mulai dari anak-anak, remaja, hingga usia 60–70 tahun. Baik yang berbadan gemuk maupun kurus, semuanya bisa bermain padel,” tandasnya.

Wali Kota Aaf mengatakan, dengan semakin populernya padel di berbagai daerah di Indonesia, tidak menutup kemungkinan olahraga ini nantinya dapat dipertandingkan dalam ajang Dulongsmas, Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), bahkan hingga ke tingkat yang lebih tinggi.

“Syukur-syukur nanti dari Kota Pekalongan bisa lahir atlet-atlet padel yang berprestasi. Ini olahraga yang sedang tren hampir di seluruh Indonesia,” katanya.

Ia melihat keunggulan Padel 99 Court yang dinilai memiliki kenyamanan lebih bagi para pemain. Salah satunya adalah konstruksi atap lapangan yang lebih tinggi dibandingkan lapangan padel lain di Kota Pekalongan. Selain itu, sistem pemesanan lapangan dilakukan secara digital melalui aplikasi.

“Atapnya yang paling tinggi, sehingga pemain lebih nyaman, terutama saat memainkan bola lambung. Ini bisa menjadi salah satu referensi lapangan padel di Kota Pekalongan,” sambungnya.

Sementara itu, Owner Padel 99 Court, Isnaeni, menyampaikan bahwa pembangunan lapangan ini bertujuan untuk menyediakan sarana olahraga yang inklusif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini.

“Padel ini olahraga yang bisa dimainkan semua kalangan, tidak mengenal usia maupun latar belakang. Mudah-mudahan ke depan kita bisa bersinergi dengan KONI untuk melahirkan bibit-bibit atlet padel dari Kota Pekalongan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa Padel 99 Court dibangun dengan standar di atas nasional, bahkan menjadi satu-satunya lapangan padel di Jawa Tengah yang telah menggunakan teknologi digital khusus.

“Kami menggunakan teknologi digital yang belum digunakan di lapangan padel lain di Jawa Tengah. Fasilitas yang kami sediakan juga representatif, mulai dari lapangan, kamar mandi, ruang ganti, shower dengan water heater, hingga pendingin ruangan, sehingga pemain tetap nyaman setelah berolahraga,” jelasnya.

Untuk pemesanan lapangan, masyarakat dapat melakukan booking melalui aplikasi Ayo, namun tetap disediakan bantuan secara digital apabila mengalami kendala.

“Untuk tarif sewa lapangan, saat ini masih di kisaran Rp200 ribu per jam. Bisa digunakan oleh satu tim empat orang atau lebih. Semakin banyak pemain, biaya per orang tentu semakin ringan. Untuk wasit belum termasuk, namun bagi yang belum memiliki raket juga bisa menyewa,” pungkasnya.

Dengan hadirnya Padel 99 Court, diharapkan olahraga padel di Kota Pekalongan semakin berkembang, tidak hanya sebagai sarana rekreasi dan kebugaran, tetapi juga sebagai wadah pembinaan prestasi olahraga di masa mendatang.

(Tim Liputan Dinkominfo/Dea/Saif)