Details Foto


Pemkot Pastikan Tanggul Jebol di Tirto Tertangan

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2026-02-02 ]

Intensitas Hujan Tinggi, Pemkot Pastikan Tanggul Jebol di Tirto Tertangani

Kota Pekalongan – Intensitas hujan yang tinggi sejak Rabu (28/1/2026) disertai pasang air laut berdampak pada jebolnya tanggul di wilayah Kelurahan Tirto, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan. Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan memastikan kondisi tersebut telah ditangani dengan pemasangan tanggul darurat dan meminta masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem.

Wali Kota Pekalongan, H.A. Afzan Arslan Djunaid, mengatakan bahwa, cuaca dalam beberapa hari terakhir tidak menentu. Meski sempat cerah pada pagi hari, hujan berpotensi kembali turun dalam waktu singkat.

“Intensitas hujan dari kemarin memang tinggi. Pagi tadi sekitar jam 10 sempat muncul matahari, tapi bisa saja jam 11 hujan lagi,” ujar Aaf, sapaan akrabnya usai membuka kegiatan Gempur Rokok Ilegal di Ruang Buketan Setda Kota Pekalongan, Kamis (29/1/2026).

Selain hujan, Wali Kota Aaf menyebut adanya potensi pasang air laut pada sore hingga malam hari yang dapat memperparah kondisi di wilayah rawan banjir dan rob, termasuk di Tirto.

“Perkiraan dari jam 5 sore sampai jam 10 malam nanti juga ada air laut pasang. Mudah-mudahan pengaruhnya tidak banyak. Kita sudah menyiapkan semuanya, termasuk penanganan tanggul yang jebol sejak tadi malam, dini hari,” jelasnya.

Menurutnya, tanggul yang jebol telah ditangani setelah adanya laporan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta perangkat kelurahan setempat. Penanganan sementara dilakukan dengan pemasangan tanggul darurat.

“Alhamdulillah, sudah ditutup dengan tanggul darurat. Mudah-mudahan kondisi bisa terkendali,” katanya.

Lebih lanjut, ia menegaskan, Pemkot Pekalongan masih menetapkan status tanggap darurat bencana banjir hingga 31 Januari 2026. Hal ini sejalan dengan peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi cuaca ekstrem hingga akhir Januari.

“Kita masih dalam status tanggap bencana sampai tanggal 31 Januari. Kalau sesuai perkiraan BMKG, cuaca ekstrem masih terjadi sampai tanggal tersebut. Nanti kita lihat situasi dan kondisi, apakah status darurat perlu diperpanjang atau tidak,” pungkasnya.


(Tim Liputan Kominfo/Dian)