Details Foto


Pastikan Logistik Korban Banjir Aman, Pemkot-BAPANAS Salurkan 13.196 Kilogram Beras

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2026-02-02 ]

Pastikan Logistik Korban Banjir Aman, Pemkot-BAPANAS Salurkan 13.196 Kilogram Beras

Kota Pekalongan - Menanggapi perpanjangan status tanggap darurat akibat cuaca ekstrem hingga 13 Februari 2026, Pemerintah Kota Pekalongan memastikan ketersediaan logistik bagi warga terdampak banjir melalui penyerahan Bantuan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dari Badan Pangan Nasional (BAPANAS) yang disalurkan melalui Perum Bulog, di Kantor BPBD setempat, Jumat (30/1/2026).

Secara simbolis bantuan diserahkan oleh Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Tegal, Agung Rochman kepada Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid didampingi Kepala Pelaksana Harian (Kalakar) BPBD Kota Pekalongan, Budi Suheryanto, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dinperpa) Kota Pekalongan, Lili Sulistyawati berseta jajaran. 

Wali Kota Aaf menyebutkan bahwa pengajuan bantuan beras sebanyak 13.196 Kilogram telah dpenuhi sepenuhnya oleh BAPANAS melalui Bulog. Bantuan tersebut digunakan untuk mendukung perpanjangan status tanggap darurat hingga 13 Februari, mengingat kondisi cuaca di wilayah Kota Pekalongan masih belum stabil.

“Alhamdulillah, yang kita ajukan 13.196 Kilogram dan oleh BAPANAS dipenuhi semua. Ini untuk perpanjangan tanggap darurat karena cuaca kita belum baik-baik saja,” ujarnya.

Menurutnya, cuaca ekstrem yang berlangsung selama beberapa minggu terakhir masih berpotensi menimbulkan dampak lanjutan, terutama di wilayah pesisir. Selain Kota Pekalongan, kondisi serupa juga terjadi di sejumlah daerah lain, termasuk Jabodetabek.

Saat ini, jumlah pengungsi di Kota Pekalongan masih mencapai sekitar 500 jiwa, dengan konsentrasi terbanyak berada di Kelurahan Panjang Baru (PKK) akibat tanggul Sungai Tirto yang jebol. Oleh karena itu, Pemkot terus memastikan kesiapan logistik bagi para pengungsi, termasuk pemenuhan kebutuhan dapur umum.

“Kebutuhan dapur umum sekarang disediakan oleh warga. Kita menyalurkan logistik ke dapur yang didirikan oleh warga. Kalau dari dapur Dinsos-P2KB kita cover dengan pesan di warung karena jumlah pengungsi berangsur turun,” jelasnya.

Selain bantuan beras dari BAPANAS, Pemkot Pekalongan juga membuka peluang pengajuan bantuan lanjutan melalui Bulog apabila kondisi pengungsian masih berlangsung. Sementara itu, kebutuhan logistik selain beras dipenuhi melalui CSR, bantuan pihak ketiga, dan dana tidak terduga (PTT).

Sementara itu, Agung menuturkan bahwa Bulog turut berperan aktif dalam penanggulangan dampak bencana di wilayah Pantura. Sebelumnya, Bulog telah menyalurkan bantuan CSR berupa 1 ton beras premium ke masing-masing wilayah Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, dan Kabupaten Pemalang.

“Berdasarkan pengajuan dari Pemerintah Kota Pekalongan kepada BAPANAS, kami mendapat penugasan untuk menyalurkan cadangan beras pemerintah sebanyak 13 ton untuk penanggulangan bencana,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa penyaluran CBP merupakan bagian dari tugas Bulog dalam menyerap produksi dalam negeri, mengelola stok cadangan pangan pemerintah, serta menyalurkannya untuk berbagai program pemerintah, termasuk penanggulangan bencana, stabilisasi harga, dan bantuan pangan.

Dengan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan Bulog, Pemkot Pekalongan berharap kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat terus terpenuhi, sembari menunggu kondisi cuaca membaik dan proses penanganan infrastruktur dapat segera dilaksanakan.

(Tim Liputan Dinkominfo/dea)