Details Foto


IDI, POGI, dan IDAI Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Banjir Pekalongan

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2026-01-27 ]

IDI, POGI, dan IDAI Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Banjir Pekalongan

Pekalongan – Kepedulian terhadap warga terdampak banjir di Kota dan Kabupaten Pekalongan terus mengalir dari berbagai elemen masyarakat. Kali ini, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Pekalongan bersama Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Cabang Semarang serta Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jawa Tengah dan Karesidenan Pekalongan menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada korban banjir, Sabtu (24/1/2026).

Kegiatan bakti sosial kemanusiaan tersebut diprakarsai oleh Ketua POGI Komisariat Eks-Karesidenan Pekalongan, dr. M. Yasin, Sp.OG, Subsp. K.Fm, sebagai bentuk empati dan solidaritas insan medis terhadap bencana banjir yang melanda wilayah Pekalongan dalam beberapa waktu terakhir.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua POGI Cabang Semarang, dr. Edi Wibowo Ambari, Sp.OG, Subsp. Onk, serta Ketua Panitia Bakti Sosial Banjir Pekalongan, dr. Ilham Ramadhanis, Sp.OG. Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri sejumlah anggota POGI Eks-Karesidenan Pekalongan, di antaranya dr. Suryo Adi Wibowo, Sp.OG, Subsp. F.E.R, dr. Agung Nugroho Wicaksono, Sp.OG, dr. Indrawan Ekomurtomo, dr. Arif Tantri, Sp.OG, serta dr. Saffana Okka Yuliani, Sp.OG.

Kehadiran para dokter spesialis ini menjadi wujud nyata sinergi dan kepedulian profesi kesehatan terhadap kondisi masyarakat yang tengah mengalami musibah.

Ketua IDI Cabang Pekalongan, dr. Bair Ginting, Spesialis Bedah Saraf, menyampaikan bahwa, bantuan yang disalurkan berasal dari donasi seluruh anggota IDI Cabang Pekalongan. Ia menegaskan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral para dokter kepada masyarakat yang terdampak bencana.

“Bantuan ini merupakan hasil donasi dari seluruh anggota IDI Cabang Pekalongan. Kami berharap, apa yang kami berikan dapat sedikit meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak banjir, serta menjadi wujud kepedulian dokter terhadap bencana banjir yang terjadi pada tahun 2026 ini,” ujar dr. Bair.

Dalam pelaksanaan kegiatan, rombongan dokter juga sempat melakukan peninjauan langsung ke lokasi banjir sekaligus menyerahkan bantuan kepada warga yang masih bertahan di rumah masing-masing.

Perwakilan IDI Cabang Pekalongan, dr. Aziz, Spesialis Saraf, menjelaskan bahwa, bantuan kemanusiaan disalurkan ke delapan titik lokasi terdampak banjir, yang terbagi masing-masing empat titik di Kabupaten Pekalongan dan empat titik di Kota Pekalongan. Di wilayah Kabupaten Pekalongan, bantuan diberikan kepada warga di Desa Sepacar, Desa Tegaldowo, Desa Mulyorejo, serta Dapur Umum Dinas Sosial. Sementara di wilayah Kota Pekalongan, bantuan disalurkan di lokasi pengungsian Masjid Al-Ihsan, Balai Kelurahan Tirto, Pasir Sari, serta Dapur Umum Dinsos–P2KB.

“Penyaluran bantuan kami fokuskan pada titik-titik yang terdampak cukup parah, baik di Kabupaten maupun Kota Pekalongan. Harapannya, bantuan ini bisa tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” terang dr. Aziz.

Sementara itu, perwakilan POGI Cabang Semarang, dr. Indrawan Ekomurtomo, Sp.OG, menyampaikan keprihatinannya atas bencana banjir yang terjadi di Pekalongan, yang disebutnya sebagai salah satu banjir terbesar dalam kurun waktu tiga hingga empat tahun terakhir.

Ia menjelaskan bahwa, bantuan yang diserahkan berupa selimut, bahan makanan, makanan ringan, tikar, serta berbagai kebutuhan sehari-hari yang dibutuhkan warga selama masa darurat.

“Kami turut prihatin atas musibah banjir yang melanda Pekalongan. Bantuan ini mungkin tidak seberapa, namun kami berharap dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak. Semoga banjir segera surut dan masyarakat bisa kembali beraktivitas seperti sediakala,” ungkapnya.

Melalui kegiatan bakti sosial ini, pihaknya berharap, IDI, POGI, dan IDAI dapat terus berkontribusi dalam upaya kemanusiaan serta memperkuat sinergi lintas organisasi profesi dan pemerintah daerah dalam penanganan bencana.

"Kepedulian para tenaga kesehatan ini diharapkan mampu memberikan semangat dan harapan bagi masyarakat Pekalongan untuk bangkit dari dampak banjir yang terjadi,"pungkasnya.


(Tim Liputan Kominfo/Dian)