Details Foto


PGRI Jawa Tengah Peduli Banjir, Salurkan Bantuan Masjid Al-Karomah

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2026-01-27 ]

PGRI Jawa Tengah Peduli Banjir, Salurkan Bantuan Masjid Al-Karomah

Kota Pekalongan — Sebagai bentuk nyata solidaritas dalam membantu masyarakat yang tengah menghadapi musibah banjir akibat curah hujan tinggi, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Jawa Tengah menunjukkan kepeduliannya terhadap warga terdampak banjir dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan di Masjid Al-Karomah Kota Pekalongan, Kamis (22/1/2026). 

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis dari Ketua PGRI Provinsi Jawa Tengah, Muhdi kepada Ketua PGRI Kota Pekalongan, Mabruri didampingi jajaran terkait. Muhdi menyampaikan harapan agar kondisi banjir segera surut dan tidak kembali terjadi di wilayah terdampak. Bantuan senilai Rp50 juta diberikan dalam bentuk bahan kebutuhan pokok, uang tunai untuk tambah biaya kebersihan, dan berbagai kelengkapan kebutuhan hidup lainnya.

“Harapan kita semua semoga banjir ini segera surut dan ke depan tidak terjadi lagi. Namun ada hal penting yang harus kita lakukan bersama,” ujarnya.

Muhdi mengatakan bahwa penanganan bencana tidak bisa hanya dibebankan pada satu pihak. Menurutnya, peran aktif masyarakat menjadi langkah awal yang sangat penting, terutama dalam membangun kesadaran untuk saling membantu dan bergotong royong setiap kali bencana terjadi.

Selain itu, ia menuturkan bahwa peran strategis pemerintah, baik daerah maupun pusat, dalam memanajemen curah hujan ekstrem dengan pemanfaatan teknologi yang tersedia agar daerah langganan banjir tidak terus-menerus tergenang.

“Pemerintah harus mampu memanage hujan besar ini dengan teknologi yang ada, sehingga wilayah yang biasa terdampak banjir bisa diminimalisir,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa pemerintah pusat segera merealisasikan pembangunan tanggul laut, Kota Pekalongan dan Kota Semarang sebagai prioritas utama. Ia optimistis, jika proyek tersebut segera dimulai, maka sekitar 50–70 persen permasalahan banjir di wilayah pantai utara Jawa Tengah dapat tertangani.

Dalam kesempatan tersebut, Muhdi juga memberikan apresiasi tinggi kepada Masjid Al-Karomah yang selama ini menjadi tempat pengungsian warga saat banjir melanda.

“Masjid Al-Karomah ini luar biasa. Selalu menjadi tempat pengungsian bagi warga. Bahkan di samping masjid terdapat perpustakaan, yang menjadi contoh bahwa masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat edukasi dan kemanusiaan,” tambahnya.

Kegiatan PGRI Jawa Tengah Peduli Banjir ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak sekaligus memperkuat sinergi antara organisasi, masyarakat, dan pemerintah dalam menghadapi bencana alam secara bersama-sama.

(Tim Liputan Dinkominfo/dea)