Details Foto


Lahan Sawah Tergenang Banjir, PPL dan POPT Pertanian Kota Pekalongan Turun Dampingi Petani

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2026-01-26 ]

Lahan Sawah Tergenang Banjir, PPL dan POPT Pertanian Kota Pekalongan Turun Dampingi Petani

Kota Pekalongan – Hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir mengakibatkan sejumlah lahan persawahan di Kota Pekalongan tergenang banjir. Berdasarkan data sementara per tanggal 19 Januari 2026, tercatat total 35,4 hektare lahan sawah di empat kecamatan terdampak genangan air.

Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Pertanian dan Pangan (Dinperpa) langsung mengambil langkah cepat dengan menurunkan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Pertanian untuk mendampingi para petani terdampak dan Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) yang menentukan sawah puso atau tidaknya dan mengedukasi penanggulangan hama penyakit.

Kepala Dinperpa Kota Pekalongan, Lili Sulistyawati, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon pada Jumat (23/1/2026), menyampaikan bahwa, pendampingan dilakukan sebagai bentuk respon awal untuk meminimalisasi potensi gagal panen serta memastikan kondisi tanaman padi di lapangan tetap terpantau.

“Begitu kami menerima laporan adanya genangan di sejumlah lahan sawah, PPL Pertanian dan POPT langsung kami terjunkan ke lapangan untuk mendampingi petani. Saat ini fokus kami adalah melakukan pengamatan lanjutan terhadap kondisi tanaman serta memastikan langkah teknis yang bisa dilakukan petani agar tanaman masih dapat diselamatkan,” jelas Lili.

Berdasarkan pemantauan yang dilakukan tim Dinperpa pada awal kejadian banjir, 19 Januari 2026 lalu, lahan sawah terdampak banjir tersebar di empat kecamatan. Di Kecamatan Pekalongan Selatan, genangan tercatat mencapai 16,1 hektare, meliputi wilayah Sokoduwet seluas 1 hektare, Kuripan Kertoharjo 3,6 hektare, Banyurip 8,5 hektare, serta Buaran Kradenan 3 hektare. Sementara itu, di Kecamatan Pekalongan Barat, genangan terjadi di Kelurahan Pringrejo seluas 5 hektare, tepatnya di wilayah wetan desa.

Di Kecamatan Pekalongan Timur, lahan sawah terdampak berada di Kelurahan Gamer dengan luas sekitar 3 hektare. Sedangkan di Kecamatan Pekalongan Utara, total genangan mencapai 11,3 hektare, yang terdiri dari Kelurahan Degayu seluas 2,5 hektare di wilayah barat jalan serta Kelurahan Krapyak seluas 8,8 hektare, dengan rincian 8,5 hektare di wilayah Cangkring dan 0,3 hektare di Sipring.

"Data update terakhir, per Kamis sore, tanggal 22 Januari 2026 lahan sawah yang terdampak banjir semakin berkurang menjadi 7,8 hektar. Dimana, di Kecamatan Pekalongan Selatan, genangan masih sekitar 5,5 hektar, meliputi Sokoduwet 0,5 hektar, dan 5 hektar di Banyurip. Kecamatan Pekalongan Timur 1 hektar di wilayah Gamer, Kecamatan Pekalongan Utara 1,3 hektar mencakup wilayah Degayu 1 hektar, dan Krapyak 0,3 hektar," terangnya.

Lili menambahkan bahwa, sebagian besar tanaman padi di lahan terdampak masih berada pada fase awal pertumbuhan, yakni sekitar kurang dari 10 hari setelah tanam. Kondisi ini diharapkan masih memberikan peluang bagi tanaman untuk bertahan, asalkan genangan tidak berlangsung terlalu lama.

“Usia tanaman rata-rata masih di bawah 10 hari tanam. Dengan kondisi tersebut, kami berharap tanaman padi masih bisa diselamatkan dari dampak banjir. Namun demikian, kami tetap melakukan pemantauan intensif untuk melihat perkembangan di lapangan,” ungkapnya.

Sebagai langkah tindak lanjut, Dinperpa akan terus melakukan pengamatan lanjutan terhadap kondisi tanaman pascabanjir, termasuk mengevaluasi tingkat kerusakan serta potensi pertumbuhan kembali tanaman padi.

Lanjutnya, PPL Pertanian dan POPT juga memberikan edukasi dan pendampingan teknis kepada petani terkait penanganan lahan tergenang, seperti pengaturan drainase, pengendalian hama dan penyakit pascabanjir, serta langkah antisipasi lainnya.

“Pendampingan ini penting agar petani tidak salah langkah dalam penanganan lahan setelah banjir. Kami ingin memastikan petani mendapatkan informasi dan arahan yang tepat, sehingga risiko kerugian bisa ditekan,” tambah Lili.

Sebagai informasi, total luas lahan sawah di Kota Pekalongan mencapai sekitar 721 hektare. Dengan luasan terdampak banjir sekitar 35,4 hektare, ia menegaskan akan terus berupaya menjaga ketahanan sektor pertanian daerah melalui sinergi antara pemerintah, penyuluh, dan para petani di lapangan.

"Kami berharap cuaca segera membaik dan genangan air dapat surut, sehingga aktivitas pertanian dapat kembali berjalan normal dan target produksi padi tetap dapat tercapai demi menjaga ketahanan pangan daerah,"pungkasnya.


(Tim Liputan Kominfo/Dian)